Aceh Utara Raih Juara I Musik Tradisional Rapai Pase di Event PKA ke-8

BERITAACEH, Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berhasil meraih juara I penyajian terbaik dalam pertunjukan musik tradisional Rapai Pase. Selain itu, kontingen Aceh Utara juga meraih juara II seni tutur, dalam lomba seni mendapatkan Juara Harapan I permainan Enggrang, juara II Lomba Musik Tradisi Garapan, juara harapan II mengarang dan membaca hikayat, serta juara Harapan II Pameran Ekonomi Rempah.

Sekda Kabupaten Aceh Utara Dr A Murtala, MSi, saat ditemui di arena PKA mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memperoleh hasil maksimal, namun masih ada kekurangan di sana-sini. Hal itu menjadi bahan evaluasi pihaknya dalam menghadapi even PKA ke depan.

“Dalam even PKA ke-8, Aceh Utara berhasil memperoleh Juara I dalam perlombaan penyaji terbaik Musik Tradisional Rapai Pase dan juga Juara I lomba Seni Tutur. Selain itu, juga juara harapan I Enggrang dan juara harapan II dalam pameran ekonomi rempah,” kata Sekda A Murtala sambil memperlihatkan tropi hadiah.

Pada kesempatan itu, Murtala menyampaikan apresiasi dan ucapkan terimakasih kepada para peserta yang telah meraih sukses dan mengharumkan nama Aceh Utara dalam even PKA tahun 2023.

“Mudah-mudahan besok masih ada yang meraih juara sebelum even PKA ditutup pada Minggu, 12 November 2023, sehingga kontingen Aceh Utara dapat membawa pulang prestasi yang lebih besar,” ungkapnya.

Dari 23 Kabupaten/kota di wilayah Provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Utara akhirnya berhasil mendapatkan juara harapan II dari berbagai katagori yang diperlombakan sejak Even Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-8 di gelar di Taman Ratu Shafiatuddin Banda Aceh.

Kepastian itu diperoleh sebagaimana diumumkan oleh dewan juri dan panitia, pada hari penutupan PKA, Minggu, 12 November 2023. Pantaun langsung di lokasi perhelatan PKA ke-8, Kabupaten Aceh Utara meraih juara pada pertunjukan musik tradisional Rapai Pase mendapatkan juara 1 sebagai penyaji terbaik, dan dalam pertunjukan Seni Tutur, Aceh Utara juga memperoleh juara I.

Pj Bupati Aceh Utara Dr Drs Mahyuzar, MSi, usai menerima tropy dari panitia pelaksana mengatakan Pemeritah Daerah Utara sudah berupaya maksimal untuk memperoleh hasil maksimal dalam perhelatan PKA ke-8.

“Alhamdulillah, pada even PKA ke-8 tahun ini, Kabupaten Aceh Utara keluar sebagai juara harapan II dari berbagai perlombaan yang diikuti peserta. Dan mudah-mudahan pada even PKA yang akan datang kita dapat memperbaiki lebih baik lagi dari tahun ini. Kami juga meminta dukungan dari seluruh masyarakat Aceh Utara,” kata Mahyuzar, turut didampingi oleh Sekda Dr A Murtala usai menerima tropy di Anjungan Aceh Utara.

Atas nama Pemkab Aceh Utara, Mahyuzar menyampaokan Terimakasih kepada panitia dan seluruh masyarakat Aceh Utara yang telah berpartisipasi dan mendukung kontingen Aceh Utara di perhelatan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-8 tahun ini. Kepada para pelaku seni budaya Aceh Utara tetaplah semangat dalam berkarya dan selalu menjaga  kebersamaan, semoga pada even PKA yang akan datang Aceh Utara akan tampil lebih baik lagi.

Pantauan media ini pada hari terakhir Even PKA ke-8 di Taman Ratu Shafiatuddin Banda Aceh, hadir Pj Bupati Mahyuzar bersama istrinya, Sekda A Murtala, Asisten III Drs Adamy, MPd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Jamaluddin, MPd, Kadis Perdaginkop dan UKM Iskandar, S.STP, MSP, Kepala Dinas PMPPKB Fakhruradhi, SH, MH, Kabid Sapras Dinas P&K Aceh Utara, Herman, dan sejumlah pejabat lainnya jajaran Pemkab Aceh Utara.

Riwayat PKA dari Masa ke Masa

PEKAN Kebudayaan Aceh (PKA) merupakan ajang perhelatan kebudayaan terbesar masyarakat Aceh untuk melestarikan nilai-nilai budaya, sejarah, dan adat istiadat Aceh yang telah diadakan sejak tahun 1958, 1972, 1988, 2004, 2009, 2013, 2018, 2023.

PKA I Tahun 1958

Satu tahun sebelum digelar Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) untuk pertama kalinya pada 1957 terbentuk Lembaga Kebudayaan Aceh yang diketuai Mayor T Hamzah. Lembaga ini kemudian mempersiapkan pelaksanaan PKA I pada 1958.

Helatan yang digelar di Gedung Balai Teuku Umar Kutaraja pada 12-23 Agustus 1958 ini mengambil tema “Adat bak Poteumeuruhom, Hukom bak Syiah Kuala”. Nilai-nilai kebudayaan Aceh yang mengalami degradasi dari masa ke masa, digali dan diangkat kembali dalam pengelaran PKA pertama.

Satu hasil penting dari hajatan PKA I lahirnya “Piagam Blangpadang”. Isinya antara lain menghidupkan kembali adat istiadat dan kebudayaan Aceh dalam setiap gerak pembangunan Aceh dan masyarakatnya. Implementasi “Piagam Blangpadang” terus ditindaklanjuti hingga 14 tahun kemudian yang ditandai dengan penyelenggaraan PKA II.

PKA II Tahun 1972

PKA II berlangsung pada 20 Agustus- 2 September 1972. PKA II digelar sebagai upaya memelihara dan meningkatkan ketahanan nasional yang meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial, bu-daya, militer, hankam, dan agama. Selain itu, PKA II juga membuka isolasi dan ketertinggalan daerah Aceh di segala bidang, terutama prasarana fisik, ekonomi, dan sosial budaya. Rangkaian acara PKA II diantaranya: pameran kebudayaan, pawai kebudayaan, seminar kebudayaan, pertunjukan adat, pementasan kesenian, perlombaan rakyat dan kunjungan wisata.

PKA III Tahun 1988

PKA-3 dilaksanakan pada tahun 1988, di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh. Helatan periode ini menguatkan kembali nilai-nilai agama, tradisi, ideologi, ekonomi, pertahanan keamanan, dan sosial budaya masyarakat Aceh. Sederet topik terkait nilai-nilai tersebut di-diskusikan dalam seminar budaya dengan tema “Wajah Rakyat Aceh dalam Lintasan Sejarah”, “Hari Depan Kebudayaan Aceh”, “Identitas Kesenian Aceh di Tengah Pengembangan Budaya Modern” dan “Peranan Sastra Aceh dalam Sastra Indonesia”, dan lainnya.

PKA IV Tahun 2004

PKA IV dilaksanakan pada 19 – 28 Agustus 2004. Hajatan periode ini juga menandakan penetapan Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, sebagai venue utama pelaksanaan PKA. Sejumlah anjungan Kabupaten/Kota dibangun di Taman Sulthanan Safiatuddin. Rangkaian acara PKA IV antara lain: atraksi budaya, pasar seni, pameran buku, pawai budaya, dan kenduri massal. Helatan tahun ini berlangsung meriah dan cukup menarik antusiasme masyarakat Aceh untuk menyaksikannya.

PKA V Tahun 2009

Pelaksanaan PKA V menjadi titik kebangkitan kembali masyarakat Aceh setelah dilanda gempa dan tsunami dahsyat pada 26 Desember 2004. Terlebih Aceh sudah menandatangani perjanjian damai RI dan GAM pada 2005.

PKA V digelar pada 2 – 11 Agustus 2009 di Taman Sulthanah Safiatuddin. Mengangkat tema “Satukan Langkah, Bangun Aceh dengan Tamaddun”. Kegiatannya antara lain parade budaya, gebyar seni, seminar budaya, aneka lomba permainan rakyat, dan expo.

Perhelatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta dan apresiasi masyarakat dalam mengaktualisasikan nilai-nilai budaya Aceh yang islami, melestarikan keragaman budaya dalam memperkokoh kedamaian yang abadi di Aceh, meningkatkan peran serta masyarakat sekaligus mempromosikan adat dan produk budaya maupun pariwisata Aceh.

PKA VI Tahun 2013

PKA VI diselenggarakan pada 20-29 September 2013 di Taman Sulthanah Syafiatuddin. Mengangkat tema “Aceh Satu Bersama”, perhelatan kali ini ingin membentuk kepribadian masyarakat Aceh yang lebih berbudaya, juga untuk menumbuhkan pemahaman, pengamatan, dan pelestarian nilai budaya daerah yang lebih luhur dan beradab untuk mengangkat harkat dan martabat manusia yang dijiwai oleh nilai-nilai agama.

Rangkaian kegiatan antara lain; pawai budaya, pameran, anugerah budaya, gebyar seni, temu budaya, lomba permainan rakyat, Aceh satu dalam sejarah, dan atraksi budaya.

PKA VII Tahun 2018

PKA-VII digelar pada 5-15 Agustus 2018, di Banda Aceh, dengan tema “Aceh Hebat dengan Adat Budaya Bersyariat”, karena kebudayaan Aceh sangat identik dengan nilai-nilai syariat.

Religi telah menjadi fokus kebudayaan Aceh sejak Islam pertama kali masuk ke Nusantara melalui daerah Aceh. PKA-VII diisi dengan berbagai kegiatan antaranya pawai budaya, pameran dan eksibisi, lomba atraksi budaya, festival seni dan budaya, seminar kebudayaan dan kemaritiman, serta anugerah budaya.

PKA VIII Tahun 2023

PKA VIII akan dilaksanakan pada tanggal 04 – 12 November 2023, lokasi pelaksanaannya di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh. Mengangkat tema “Jalur Rempah” dengan tagline “Rempahkan Bumi Pulihkan Dunia”.

Dengan berbagai rangkaian kegiatan antara lain: pawai budaya, pameran sejarah jalur rempah, festival busana, festival kuliner, pertunjukan dan lomba seni budaya, pertunjukan dan lomba adat budaya, aneka lomba permainan rakyat, seminar internasional, dan business matching. (ADV)