BANDA ACEH – Fenomena judi online kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda. Kemudahan akses melalui telepon genggam dan internet membuat remaja semakin rentan terpapar berbagai jenis perjudian digital yang dikemas layaknya hiburan biasa.
Sekretaris Fraksi NasDem DPRK Banda Aceh, , mengingatkan bahwa maraknya judi online harus menjadi perhatian serius semua pihak.
Menurutnya, hanya dengan bermodalkan ponsel dan koneksi internet, anak-anak muda dapat dengan mudah mengakses permainan slot, taruhan olahraga, hingga kasino digital kapan saja dan di mana saja.
“Situasi ini membuat banyak remaja dan pemuda terjerumus tanpa menyadari dampak besar yang mengintai di baliknya,” kata, Rabu, (15/4).
Ia menilai, judi online tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mampu merusak mental, karakter, dan masa depan generasi muda.
“Banyak anak muda yang rela menghabiskan uang tabungan, hasil kerja, bahkan meminjam uang demi terus bermain karena tergiur janji kemenangan instan,” ujarnya.
Dalam banyak kasus, kecanduan judi online membuat seseorang kehilangan fokus belajar, malas bekerja, terjerat utang, hingga terlibat tindakan kriminal. Tidak sedikit pula yang mengalami stres, depresi, dan konflik dalam keluarga akibat terus mengalami kekalahan.
Selain itu, maraknya promosi judi online di media sosial dinilai menjadi salah satu faktor utama meningkatnya jumlah pemain dari kalangan muda. Iklan dengan iming-iming keuntungan besar, bonus menggiurkan, dan kemenangan cepat sering kali membuat remaja penasaran untuk mencoba.
Padahal, kata , judi online sejatinya dirancang untuk membuat pemain terus kalah dan ketagihan.
“Semakin sering bermain, semakin besar risiko kehilangan uang dan merusak kehidupan pribadi,” tegasnya.
Ia juga meminta para orang tua agar lebih aktif mengawasi penggunaan ponsel dan internet anak-anak. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting untuk mencegah anak-anak terjerumus ke dalam praktik judi digital.
Di sisi lain, sekolah dan lingkungan sekitar juga diharapkan dapat memberikan edukasi tentang bahaya judi online agar generasi muda tidak mudah tergoda.
Pemerintah dan aparat penegak hukum pun diminta terus memperketat pengawasan terhadap situs-situs judi online yang masih bebas beroperasi. Penindakan tegas dinilai penting agar penyebaran judi digital tidak semakin meluas.
“Generasi muda adalah aset masa depan bangsa. Karena itu, diperlukan peran bersama dari keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk melindungi mereka dari ancaman judi online yang dapat menghancurkan masa depan,” pungkas . [Adv]
















