Headline

KONI Banda Aceh Ambil Alih Pembinaan Voli Untuk Prapora di Jantho

IMG-20260904-WA0081
Ukuran Font
A A 100%

BANDA ACEH – Waktu persiapan yang tersisa lima hari. Namun, KONI Kota Banda Aceh harus segera membentuk tim voli untuk menghadapi Pra Pekan Olahraga Rakyat Aceh (Prapora) di Jantho, Aceh Besar.

KONI Banda Aceh mengambil alih sementara pembinaan cabang olahraga tersebut setelah menerima instruksi dari KONI Aceh. Langkah ini ditempuh agar atlet voli Banda Aceh tetap dapat mengikuti Prapora yang dijadwalkan berlangsung pada 7–14 September 2026.

Ketua Umum KONI Kota Banda Aceh, Heri Julius, mengatakan pengambilan alih itu dilakukan karena kepengurusan voli di tingkat provinsi dan kota sedang bermasalah. Kondisi tersebut dikhawatirkan menghambat keikutsertaan Banda Aceh dalam ajang prakualifikasi tersebut.

“Prapora akan digelar pada 7 September ini,” kata Heri di ruang kerjanya, Banda Aceh, Jumat, 4 September 2026.

Menurut Heri, setiap cabang olahraga semestinya memiliki kepengurusan di tingkat provinsi maupun kota. Namun, untuk sementara, KONI Kota Banda Aceh mengambil alih pembinaan voli khusus untuk mengikuti Prapora.

“Kita tidak intervensi ke pengurus. Kita hanya menindaklanjuti arahan KONI Provinsi,” ujarnya.

Heri mengatakan dasar pengambilan kebijakan tersebut adalah surat KONI Provinsi Aceh yang ditujukan kepada KONI Kota Banda Aceh. Setelah menerima instruksi itu, KONI langsung membentuk tim untuk menyiapkan atlet dan pelatih.

Hendri Mustaqim ditunjuk sebagai koordinator, bersama Zaki, Mahdani, dan Wanda. Mereka bertugas mencari pemain serta menyiapkan tim yang akan berlaga di Jantho.

“Artinya, KONI Kota Banda Aceh menyelamatkan cabor voli Kota Banda Aceh agar bisa ikut Prapora nantinya,” kata Heri.

Koordinator tim, Hendri Mustaqim, mengatakan pihaknya segera menggelar rapat bersama Heri Julius setelah surat diterima. Rapat itu membahas langkah yang harus ditempuh dengan waktu persiapan yang terbatas.

“Ketua memutuskan dan memerintahkan kami, termasuk Zaki, Mahdani selaku Wakil Ketua, Wanda selaku Sekretaris, dan saya sendiri sebagai koordinator, untuk mengikuti ajang Prapora yang akan dilaksanakan KONI Aceh untuk cabor voli di JSC Jantho,” kata Hendri.

Berdasarkan informasi dari dua pelatih, Jufrizal dari Bank Aceh dan Dariati dari Pengurus Pengprov PBVSI, tim kemudian melakukan pengetesan terhadap atlet. Dari proses tersebut terbentuk dua tim, yakni regu putra indoor dan regu putri indoor.

Hendri mengatakan kebutuhan atlet untuk masing-masing regu adalah 12 orang. Namun, dalam proses perekrutan, terdapat 11 atlet yang mendaftar.

“Semua hasil rekrutmen langsung lolos, tidak dilakukan seleksi lagi. Kebutuhan 12 atlet, yang mendaftar 11, jadi semuanya ikut,” ujarnya.

Hendri mengatakan pihaknya terbuka bagi atlet yang sudah terdaftar di PBVSI maupun yang belum. Namun, keputusan untuk bergabung tetap diserahkan kepada atlet.

“Kami sangat terbuka bagi atlet yang sudah terdaftar di PBVSI maupun belum. Tetapi kami tidak memaksa, itu hak prerogatif mereka,” katanya.

Heri menyebut laporan dari tim menunjukkan peluang Banda Aceh untuk lolos dari Prapora cukup terbuka. Ia bersama tim KONI Kota Banda Aceh bahkan turun langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan persiapan atlet.

“Kami optimis bisa lolos. Makanya hari ini Ketua dan tim KONI Kota Banda Aceh turun ke lapangan melihat langsung perkembangan,” ujar Heri.

Hendri berharap kerja keras tim selama lima hari persiapan dapat membuahkan hasil. Ia menargetkan regu putra dan putri voli indoor Banda Aceh mampu lolos ke Pora Aceh Jaya.

“Insya Allah dapat lolos ke Pora Aceh Jaya. Jika sukses, ini juga membawa nama harum KONI Kota Banda Aceh,” kata Hendri.

Heri belum memastikan apakah pembinaan voli akan tetap ditangani KONI Kota Banda Aceh hingga Pora atau dikembalikan kepada kepengurusan cabang olahraga. Keputusan itu, kata dia, akan ditentukan setelah pelaksanaan Prapora.