Advertorial

Tuanku Muhammad Minta Pemko Bertindak Cepat, Taman Meuraxa Tak Boleh Jadi Korban Pencurian Berulang

Tuanku Muhammad
Ukuran Font
A A 100%

BANDA ACEH – Hilangnya sejumlah fasilitas bermain anak di Taman Meuraxa menjadi perhatian DPRK Banda Aceh. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan perlunya penguatan perlindungan terhadap aset publik agar kejadian serupa tidak kembali berulang dan mengurangi fungsi ruang publik bagi masyarakat.

Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, meminta Pemerintah Kota Banda Aceh segera mengambil langkah cepat untuk memulihkan fasilitas yang hilang sekaligus memperkuat sistem pengamanan di kawasan taman.

Menurut Tuanku, Taman Meuraxa merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersantai dan menjadi tempat bermain anak-anak. Karena itu, hilangnya fasilitas permainan tidak hanya menyangkut kerusakan atau kehilangan aset, tetapi juga berdampak pada kenyamanan masyarakat yang menggunakan ruang publik tersebut.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Taman Meuraxa dibangun untuk memberikan ruang bermain yang aman dan nyaman bagi anak-anak serta menjadi ruang interaksi masyarakat. Jangan sampai fasilitas yang dibangun dari uang rakyat terus menjadi korban pencurian berulang,” tegas Tuanku Muhammad, Jum,at, (7/8).

Ia mengatakan persoalan tersebut tidak semestinya hanya dilihat sebagai kehilangan beberapa unit fasilitas. Setiap aset publik yang hilang merupakan kerugian bagi masyarakat karena pengadaannya menggunakan anggaran daerah.

Karena itu, Tuanku meminta Pemko Banda Aceh segera melakukan inventarisasi terhadap seluruh fasilitas yang hilang maupun rusak. Pemerintah juga didorong mempercepat proses penggantian fasilitas serta memastikan wahana bermain dapat kembali digunakan masyarakat.

Namun, pemulihan fasilitas dinilai harus dibarengi dengan langkah pencegahan. Tuanku mendorong pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis, peningkatan pencahayaan kawasan taman, patroli rutin petugas serta evaluasi terhadap sistem pengawasan aset milik daerah.

“Jangan hanya memperbaiki setelah hilang, tetapi bangun sistem yang mampu mencegah pencurian sejak awal. Lebih baik pemerintah berinvestasi pada sistem pengamanan daripada terus mengeluarkan anggaran untuk mengganti fasilitas yang hilang,” ujarnya.

Sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku menegaskan pihaknya akan mengawal persoalan tersebut agar mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Banda Aceh. Ia berharap penanganan Taman Meuraxa tidak berhenti pada perbaikan fasilitas, tetapi dilanjutkan dengan sistem pengelolaan dan pengamanan yang berkelanjutan.

Selain meminta pemerintah bertindak, Tuanku juga mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas umum. Menurutnya, keberadaan ruang publik yang bersih, aman dan terawat merupakan tanggung jawab bersama sekaligus bagian dari upaya menciptakan lingkungan kota yang nyaman bagi seluruh warga.

“Kalau kita ingin Banda Aceh menjadi kota yang nyaman, maju, dan ramah anak, maka menjaga fasilitas publik harus menjadi budaya bersama. Jangan biarkan segelintir orang merusak kenyamanan ribuan warga yang setiap hari memanfaatkan taman ini,” katanya.

Tuanku berharap Taman Meuraxa segera kembali menjadi ruang publik yang aman, lengkap dan nyaman bagi masyarakat. Ia menilai keberadaan taman kota bukan sekadar pelengkap ruang terbuka hijau, tetapi juga bagian dari fasilitas yang menunjang kualitas hidup warga.

“Taman kota bukan sekadar ruang terbuka hijau, tetapi simbol kepedulian pemerintah terhadap kualitas hidup warganya. Karena itu, Taman Meuraxa harus dijaga bersama dan tidak boleh terus menjadi korban pencurian berulang,” tutup Tuanku Muhammad. [adv].