BANDA ACEH — Sebanyak 201 mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala (FKG USK) bersiap meninggalkan ruang-ruang kuliah. Pada 18–19 September 2026, mereka akan turun langsung ke Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, membawa ilmu kedokteran gigi sekaligus misi pengabdian kepada masyarakat.
Mereka merupakan bagian dari kepanitiaan AKSI KANINUS 16 FKG USK Tahun 2026, sebuah kegiatan yang dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk menguji pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan melalui pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta kegiatan bakti sosial.
Ratusan mahasiswa itu dilepas secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH., pada Kamis, 17 September 2026. Pelepasan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-65 Universitas Syiah Kuala.
AKSI KANINUS 16 mengusung semangat “Bakti Geutanyoe, Seunyum Keu Nanggroe.” Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori di lingkungan akademik, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di Montasik, pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut akan bertemu dengan realitas kehidupan masyarakat. Di sana mahasiswa dituntut mampu berkomunikasi dengan warga, bekerja dalam tim, menjaga ketertiban pelayanan, sekaligus memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai tanggung jawab yang diberikan.
Bukan Sekadar Seremoni
Pelepasan 201 mahasiswa berlangsung dalam dua prosesi. Di dalam ruangan, dilakukan pengalungan name badge secara simbolis kepada perwakilan panitia. Pengalungan itu menjadi tanda penyerahan amanah dan kesiapan mahasiswa menjalankan tugas.
Prosesi kemudian berlanjut di luar ruangan. Pelepasan balon ke udara menjadi simbol dimulainya perjalanan AKSI KANINUS 16 menuju lokasi pengabdian.
Namun bagi panitia, seremoni tersebut bukan akhir dari sebuah kegiatan. Justru setelah meninggalkan kampus, tanggung jawab mereka dimulai.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep.,M.Si., FRSPH, mengingatkan mahasiswa agar menjaga kekeluargaan dan kerja sama selama berada di lapangan.
“Saya berharap rasa kekeluargaan dan semangat kerja sama ini dapat terus dijaga, tidak hanya dalam seremoni pelepasan, tetapi juga sepanjang pelaksanaan pengabdian di lapangan hingga seluruh rangkaian kegiatan AKSI KANINUS 16 sukses terlaksana dengan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh peserta menjaga nama baik almamater.
“Selamat bertugas kepada seluruh panitia. Bawa nama baik almamater USK dan berikan bakti nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.”
Pesan itu menempatkan mahasiswa bukan hanya sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai representasi kampus ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Mengubah Ilmu Menjadi Praktik
Dekan FKG USK, Dr. drg. Zulfan M. Alibasyah, Sp.Perio., menekankan bahwa ilmu yang diperoleh mahasiswa di kampus harus memiliki ruang penerapan.
“Apa yang kita pelajari harus kita implementasikan menjadi praktik kerja yang konsisten, terdokumentasi, dan terus dievaluasi,” tegasnya.
Pengabdian menjadi bagian penting dari proses tersebut. Mahasiswa belajar bahwa pelayanan kesehatan tidak berhenti pada pengetahuan tentang penyakit, diagnosis, atau tindakan medis. Ada komunikasi dengan pasien, kerja sama antarpelaksana, pengelolaan kegiatan, serta tanggung jawab terhadap keselamatan pelayanan.
Karena itu, kesiapan panitia menjadi perhatian sebelum keberangkatan.
Seluruh rangkaian AKSI KANINUS 16 dipersiapkan dengan pendampingan dan pemantauan dari drh. Abdillah Imron Nasution, M.Si., Ph.D., selaku Wakil Dekan Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FKG USK.
Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan koordinasi dan kesiapan mahasiswa sebelum menjalankan kegiatan di lapangan. Ketertiban dan kualitas pelaksanaan juga menjadi bagian yang harus dijaga selama pengabdian.
Ketua BEM FKG USK, M. Alif Dhiya’ulhaq, menyebut AKSI KANINUS 16 sebagai bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat.
“AKSI KANINUS 16 adalah wujud bakti nyata mahasiswa. Mari kita jaga soliditas dan kebersamaan hingga seluruh rangkaian agenda sukses,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia AKSI KANINUS 16, Abdi Reda Wira Pratama, menekankan satu hal yang dianggap penting sebelum seluruh panitia bekerja di lapangan: kesamaan pemahaman.
“Penyamaan persepsi menjadi kunci utama dalam menjamin kualitas serta keselamatan pelayanan selama di lapangan,” ujarnya.
Dua Hari yang Mempertemukan Kampus dan Warga
Selama 18–19 September, Kecamatan Montasik akan menjadi ruang belajar bagi mahasiswa FKG USK. Mereka akan memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta menjalankan berbagai kegiatan bakti sosial.
Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa diharapkan memberikan manfaat langsung. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk memahami bahwa persoalan kesehatan tidak selalu dapat dilihat hanya dari ruang praktik atau buku teks.
Ada masyarakat yang membutuhkan informasi, pelayanan, pendampingan, dan perhatian. Ada pula persoalan kesehatan yang membutuhkan pendekatan komunikasi agar warga memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Di titik itulah pengabdian menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan mahasiswa.
AKSI KANINUS 16 menjadi bagian dari upaya FKG USK menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa membawa kompetensi dari kampus, sementara masyarakat memberikan ruang bagi mereka untuk belajar menerapkan kompetensi tersebut secara langsung.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari semangat Milad ke-65 USK. Setelah 65 tahun perjalanan perguruan tinggi tersebut, kontribusi kepada masyarakat kembali ditempatkan sebagai salah satu bagian penting dari keberadaan kampus.
Dari Montasik, 201 mahasiswa FKG USK membawa satu misi yang sederhana: memberikan manfaat melalui ilmu yang mereka miliki.
Sebab pada akhirnya, keberhasilan pengabdian tidak hanya diukur dari selesainya agenda. Ia juga dapat dilihat dari seberapa jauh ilmu yang dipelajari di kampus mampu hadir dalam kehidupan masyarakat dalam bentuk pelayanan, kepedulian, dan senyum yang lebih sehat.

