BERITAACEH, Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Farid Nyak Umar mengingatkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh agar serius menangani persoalan tengkes (stunting). Berdasarkan hasil serve Studi data Gizi Pemkot persoalan Stunting mencapai 7,4 persen pada tahun 2021.
“Kita mendorong Pemko Banda Aceh memberikan perhatian serius terhadap penanganan stunting (tengkes), harus benar-benar dapat ditekan,” kata Farid Nyak Umar, di Banda Aceh, Senin, 6 Februari 2023.
Farid menegaskan, permasalahan tengkes merupakan isu nasional yang harus menjadi atensi khusus untuk pemerintah dari kota untuk menangani sebaik mungkin melibatkan semua unsur terkait.
Berdasarkan data dari studi serve gizi, pravelansi tangkes indonesia mencatat 24,4 persen. Sementara pravelansi tengkes di Aceh mencapai 33,3 persen, data dari tahun 2021, dan kota Banda Aceh mencapai 7,4 persen.
“Untuk Banda Aceh, bisa melibatkan akademisi, ulama dan tokoh masyarakat guna memberikan edukasi kepada warga terkait tengkes itu,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Farid, dalam rangka menurunkan angka tengkes itu, pemerintah diminta dapat memberdayakan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) atau fasilitas kesehatan lainnya guna melakukan deteksi awal.
Hal itu perlu dilakukan karena besar kemungkinan masih banyak anak-anak yang belum terdeteksi dan untuk mempercepat prosesnya, pemerintah harus melibatkan tokoh masyarakat gampong (desa).
Selanjutnya, memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa tengkes itu bukan sebuah aib dan pemerintah sudah memiliki program untuk menangani permasalahan ini.
“Kalau kita merasa anak kita ‘stunting’, maka laporkan segera kepada penyelenggara kesehatan, sehingga bisa diberikan edukasi oleh pihak terkait,” kata Farid.[ADV]
