News

Bank Aceh Syariah dan PosSaku Perkuat Digitalisasi UMKM Aceh

IMG-20260520-WA0093
Ukuran Font
A A 100%

BANDA ACEH — Transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh terus bergerak maju. Di tengah semakin pesatnya perkembangan ekonomi digital, kebutuhan akan sistem usaha yang cepat, praktis, dan terintegrasi kini menjadi tantangan baru bagi para pelaku usaha lokal.

Menjawab kebutuhan tersebut, resmi menjalin kerja sama strategis dengan untuk memperkuat digitalisasi UMKM melalui integrasi layanan keuangan dan teknologi Point of Sale (POS).

Kolaborasi yang diumumkan di Banda Aceh pada 18 Mei 2026 itu bukan sekadar kerja sama bisnis biasa. Di balik kemitraan tersebut, tersimpan upaya besar membangun ekosistem usaha modern yang mampu membantu UMKM Aceh naik kelas di era digital.

Melalui kerja sama ini, merchant Bank Aceh akan mendapatkan akses layanan aplikasi POS milik PosSaku yang telah terintegrasi langsung dengan sistem pembayaran QRIS Bank Aceh. Integrasi tersebut memungkinkan pelaku usaha menerima pembayaran digital dengan lebih mudah sekaligus mengelola aktivitas usaha dalam satu sistem terpadu.

Mulai dari pencatatan transaksi, pengelolaan inventaris barang, hingga laporan penjualan kini dapat dilakukan secara otomatis melalui satu platform digital. Sistem ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada proses manual yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama perkembangan UMKM.

Di banyak usaha kecil, pencatatan keuangan masih dilakukan secara sederhana, bahkan sebagian masih menggunakan buku tulis manual. Kondisi itu sering membuat pelaku usaha kesulitan memantau arus keuangan maupun perkembangan bisnis mereka. Kehadiran sistem digital seperti POS terintegrasi dinilai menjadi solusi praktis yang lebih efisien dan akurat.

Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, Hendra Supardi, mengatakan digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi UMKM agar mampu bertahan dan bersaing di tengah perubahan zaman.

“UMKM hari ini tidak cukup hanya berjalan, tetapi harus mampu berlari mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membantu pelaku usaha di Aceh agar lebih mudah beradaptasi dengan sistem digital tanpa harus memulai semuanya dari awal,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Produk dan Ekosistem PosSaku, Muharrir Hasbi, menyebut integrasi sistem pembayaran dan pencatatan usaha akan memberikan dampak besar terhadap perkembangan UMKM.

Menurutnya, ketika sistem administrasi usaha sudah tertata dan terintegrasi, pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnis serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

“Kami percaya digitalisasi bukan sekadar soal teknologi, tetapi bagaimana membantu pelaku usaha bekerja lebih efektif dan efisien. Ketika sistem sudah membantu operasional harian, UMKM bisa lebih fokus mengembangkan usaha mereka,” kata Muharrir.

Tidak hanya menyediakan sistem pembayaran digital, kerja sama ini juga mencakup program pemasaran bersama, edukasi merchant, hingga skema harga khusus bagi pelaku usaha yang tergabung dalam ekosistem Bank Aceh.

Menariknya, proses onboarding merchant juga dirancang lebih cepat dan praktis. Verifikasi hingga aktivasi layanan ditargetkan dapat diselesaikan maksimal dalam tiga hari kerja. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat adopsi digitalisasi di kalangan UMKM yang selama ini kerap terkendala proses administrasi panjang.

Kolaborasi Bank Aceh dan PosSaku juga diharapkan mampu mendorong inklusi keuangan di Aceh melalui penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran utama. Dengan semakin luasnya penggunaan transaksi non-tunai, masyarakat diharapkan semakin terbiasa menggunakan layanan keuangan digital dalam aktivitas sehari-hari.

Di sisi lain, digitalisasi UMKM juga membuka peluang terciptanya sistem usaha yang lebih tertib administrasi, transparan, dan berbasis data. Data transaksi yang tercatat secara digital dapat membantu pelaku usaha memahami perkembangan bisnis mereka secara lebih akurat, termasuk dalam mengambil keputusan usaha ke depan.

Ke depan, kedua pihak membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas, termasuk menghadirkan inovasi layanan digital dan program pendampingan berkelanjutan bagi UMKM di Aceh.

Bagi pelaku usaha lokal, kerja sama ini menjadi sinyal bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang mulai hadir hingga ke level usaha kecil. Di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif, digitalisasi kini menjadi jembatan penting agar UMKM Aceh mampu bertahan, tumbuh, dan bersaing di pasar yang lebih luas.