News

Jalan Berlubang di Jantung Kota Meureudu Dikeluhkan Warga, Pemkab Pidie Jaya Desak Pemerintah Aceh Segera Bertindak

IMG-20260708-WA0017
Ukuran Font
A A 100%

PIDIE JAYA – Keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan berlubang di pusat Kota Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, kian menguat. Ruas jalan yang menjadi jalur utama menuju pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi itu dipenuhi lubang yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan cukup parah terjadi di sepanjang ruas jalan lintas rel kereta api menuju pusat Kota Meureudu. Ironisnya, tepat di depan Polsek Meureudu bahkan telah dipasang baliho tanda peringatan agar pengendara berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut, sebagai penanda dugaan tingginya risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak.

Saat hujan turun, lubang-lubang di badan jalan tertutup genangan air sehingga sulit dikenali pengendara. Kondisi ini membuat pengendara sepeda motor harus mengurangi kecepatan secara drastis atau mencari jalur alternatif demi menghindari kecelakaan.

Menanggapi keluhan masyarakat, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pidie Jaya, Ir. Edi Saputra, S.T., M.T., menegaskan bahwa ruas jalan tersebut bukan berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, melainkan merupakan aset Pemerintah Aceh.

Menurutnya, ruas jalan yang melintasi Kota Meureudu merupakan bagian dari Jalan Trienggadeng–Batas Bireuen yang menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh. Seluruh kegiatan pemeliharaan, peningkatan maupun rehabilitasi jalan dilakukan oleh Pemerintah Aceh sesuai pembagian kewenangan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya di bawah kepemimpinan Bupati H. Sibral Malasyi, S.Sos., M.E., tidak tinggal diam. Melalui Dinas Pekerjaan Umum, pemerintah daerah telah berkoordinasi secara intensif dengan Dinas PUPR Aceh agar kerusakan jalan tersebut segera mendapatkan penanganan.

“Hasil koordinasi kami mendapat respons yang sangat baik. Dinas PUPR Aceh berkomitmen segera menindaklanjuti melalui program pemeliharaan jalan, khususnya pada ruas yang melintasi kawasan Kota Meureudu,” ujar Edi Saputra.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat tim teknis dari Dinas PUPR Aceh dijadwalkan turun langsung ke lapangan untuk melakukan identifikasi kondisi jalan sekaligus menghitung kebutuhan anggaran yang diperlukan sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan.

Tak hanya itu, kabar baik juga datang dari hasil koordinasi tersebut. Ruas Jalan Trienggadeng–Batas Bireuen, termasuk yang melintasi Kota Meureudu, telah masuk dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Program ini membuka peluang dilakukannya rehabilitasi dan rekonstruksi permanen sesuai tahapan perencanaan serta ketersediaan anggaran Pemerintah Aceh.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya memastikan akan terus mengawal proses tersebut melalui koordinasi dan komunikasi intensif dengan Pemerintah Aceh agar penanganan jalan dapat segera direalisasikan.

Perbaikan ruas jalan tersebut dinilai mendesak mengingat jalur ini merupakan salah satu urat nadi mobilitas masyarakat menuju pusat pemerintahan, perdagangan, pendidikan, dan pelayanan publik di Kota Meureudu. Warga berharap komitmen yang telah disampaikan segera diwujudkan sehingga keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat dapat kembali terjamin.