Dunia

Di Sidang PBB, Presiden Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia pada Solusi Dua Negara

0347WhatsApp_Image_2025-09-23_at_7.46.12_AM
Ukuran Font
A A 100%

New York, AS | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyerukan dukungan tegas terhadap solusi dua negara dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel. Hal ini disampaikannya saat berpidato dalam Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina, yang digelar di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Senin (22/9).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza. Ia mengecam keras kekerasan terhadap warga sipil dan menegaskan pentingnya peran komunitas internasional dalam menghentikan konflik.

“Ribuan nyawa tak berdosa, termasuk perempuan dan anak-anak, telah menjadi korban. Kelaparan mengancam. Sebuah bencana kemanusiaan sedang berlangsung di depan mata kita. Indonesia mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil,” tegasnya.

Presiden menegaskan bahwa solusi dua negara merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa Indonesia tetap konsisten mendukung pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

“Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap solusi dua negara. Hanya melalui solusi ini, perdamaian sejati dapat diwujudkan,” ujarnya.

Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia bersedia mengakui Negara Israel setelah Israel mengakui kemerdekaan Palestina dan menjamin hak-hak rakyat Palestina.

“Setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui Negara Israel, dan kami mendukung semua jaminan keamanan bagi Israel,” katanya.

Prabowo turut menyambut baik lahirnya Deklarasi New York yang dinilainya sebagai langkah penting menuju penyelesaian damai yang berkeadilan. Ia juga mengapresiasi sejumlah negara, termasuk Prancis, Kanada, Australia, Inggris, dan Portugal, yang telah mengakui Negara Palestina.

“Pengakuan terhadap Negara Palestina adalah langkah yang berada di sisi sejarah yang benar. Kepada negara-negara yang belum mengambil tindakan, kami sampaikan bahwa sejarah tidak akan berhenti,” ujar Presiden.

Menutup pidatonya, Prabowo menyerukan penghentian segera perang di Gaza dan menyatakan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam misi perdamaian, termasuk pengiriman pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat PBB.

“Kita harus mengatasi kebencian, ketakutan, dan kecurigaan. Indonesia siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini,” pungkasnya.