Advertorial

Farid Nyak Umar Inisiasi Pemberian Asupan Nutrisi untuk Anak di Tiga Gampong Banda Aceh

IMG-20260916-WA0044(1)
Ukuran Font
A A 100%

BANDA ACEH — Perhatian terhadap pemenuhan gizi anak kembali menjadi perhatian Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar. Ia menginisiasi kegiatan sosialisasi dan pemberian asupan nutrisi bagi bayi dan balita di tiga gampong di Banda Aceh.

Kegiatan yang diadvokasi Farid melalui Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh itu berlangsung selama tiga hari, 14–16 September 2026. Kegiatan pertama digelar di halaman Masjid Al Huda, Gampong Laksana, Senin, 14 September. Sehari kemudian kegiatan berlanjut di Meunasah Gampong Lampulo, sebelum ditutup di Masjid Al Abrar, Gampong Lamdingin, Rabu, 16 September.

Warga membawa bayi dan balita mereka untuk mengikuti sosialisasi. Selain mendapatkan edukasi mengenai pemenuhan gizi dan pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI), peserta juga membawa pulang satu talam bekal nutrisi yang berisi buah-buahan, sayuran, dan telur.

Farid mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk membagikan makanan tambahan. Menurut dia, pemenuhan gizi merupakan bagian penting dari upaya memastikan anak tumbuh sehat sejak usia dini.

“Kualitas tumbuh kembang anak adalah indikator utama kemajuan suatu daerah. Anak yang sehat, cerdas, dan kuat tidak lahir begitu saja. Mereka tumbuh dari keluarga yang peduli, lingkungan yang mendukung, serta layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas,” kata Farid.

Ia mengatakan usia 0–5 tahun merupakan periode penting dalam pertumbuhan anak. Menurut Farid, asupan gizi yang tidak memadai pada masa tersebut dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

“Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi menyangkut kecerdasan, produktivitas, dan masa depan generasi,” ujarnya.

Karena itu, Farid menilai pemberian asupan nutrisi perlu berjalan bersama edukasi kepada orang tua. Pengetahuan mengenai MPASI, pola makan sehat, kebersihan lingkungan, serta pemantauan pertumbuhan anak menjadi bagian penting dalam pencegahan masalah gizi.

Perhatian itu, kata dia, juga harus dimulai sejak masa kehamilan. Kesehatan ibu menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas kesehatan anak.

“Tidak ada anak yang sehat tanpa ibu yang sehat. Kesehatan ibu adalah titik awal seluruh siklus kehidupan,” kata Farid.

Ia mendorong pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan menyusui, pemeriksaan rutin di posyandu, edukasi pola makan sehat, serta dukungan terhadap kesehatan ibu selama kehamilan dan setelah melahirkan.

Farid juga menekankan pentingnya pendampingan emosional dan sosial bagi ibu. Menurut dia, perhatian terhadap kesehatan ibu tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga lingkungan keluarga dan dukungan sosial yang diterimanya.

Dalam konteks tersebut, ia menilai Posyandu memiliki peran strategis. Posyandu menjadi tempat masyarakat memperoleh layanan dasar kesehatan sekaligus ruang bagi orang tua untuk berkonsultasi mengenai tumbuh kembang anak.

Melalui Posyandu, kata Farid, pertumbuhan anak dapat dipantau, termasuk berat dan tinggi badan, pemberian imunisasi, edukasi gizi keluarga, hingga deteksi dini risiko kesehatan ibu dan anak.

Ia memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini menjadi penghubung antara masyarakat dengan layanan kesehatan.

“Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada para kader Posyandu. Mereka bukan hanya relawan, tetapi penggerak perubahan perilaku kesehatan di masyarakat,” ujarnya.

Sebagai Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid mengatakan akan terus mengawal kebijakan dan anggaran yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak. Ia juga mendorong penguatan Posyandu sebagai pusat edukasi keluarga serta kolaborasi antara pemerintah gampong, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Menurut dia, upaya pencegahan stunting dan masalah gizi harus dilakukan secara berkelanjutan serta memastikan program benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan.

“Kami percaya bahwa investasi pada kesehatan ibu dan anak adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan Banda Aceh,” kata Farid.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Cabang Aceh.

Di Gampong Laksana, materi disampaikan Meiliza di Posyandu Harapan Ibu. Di Gampong Lampulo, edukasi menghadirkan dr. Khairunnisa, M.Gizi, Sp.GK di Posyandu Cahaya Mata. Sedangkan di Gampong Lamdingin, Posyandu Melati menghadirkan dr. Nanda, Sp.OG dan dr. Bengi Muthmainnah. [Adv]