Advertorial

Guru SMA Negeri 1 Matangkuli Produksi Media Digital Lewat Pelatihan IFP

13
Ukuran Font
A A 100%

Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Khairuddin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Interactive Flat Panel (IFP) harus dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, bukan sekadar perangkat pendukung dalam kegiatan belajar mengajar.

MATANGKULI – SMA Negeri 1 Matangkuli terus memperkuat transformasi pembelajaran digital setelah menerima bantuan Interactive Flat Panel (IFP) dari Pemerintah Republik Indonesia pada November 2025. Bantuan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional digitalisasi pendidikan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, kompetensi guru, dan menghadirkan proses belajar yang lebih interaktif.

Sebagai tindak lanjut, sekolah menyelenggarakan Pelatihan Pemanfaatan Interactive Flat Panel dan Pengembangan Media Pembelajaran Digital pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti 46 guru dengan fokus pada optimalisasi penggunaan IFP serta produksi media digital siap pakai untuk pembelajaran di kelas.

Pelatihan dilaksanakan secara praktik langsung di ruang guru. Materi mencakup pengenalan fungsi dasar hingga lanjutan IFP, termasuk wireless mirroring, koneksi HDMI, split screen, penulisan dan anotasi digital, serta pengelolaan tampilan materi agar lebih interaktif dan kolaboratif.

Dalam sesi pengembangan konten, para guru memanfaatkan Canva AI untuk menyusun Rencana Pembelajaran Kokurikuler (RPK) yang terintegrasi dengan IFP. Selain perencanaan, peserta berhasil menghasilkan puluhan media pembelajaran digital, seperti game kolaboratif, aplikasi pembelajaran, serta instrumen asesmen penilaian diri (self-assessment) untuk refleksi proses belajar.

Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Khairuddin, menegaskan bahwa IFP harus dimanfaatkan sebagai media pembelajaran aktif dan kolaboratif, bukan sekadar perangkat pendukung.

“Pemanfaatan IFP secara optimal akan mendorong transformasi pembelajaran di sekolah, di mana guru berperan sebagai fasilitator dan siswa terlibat aktif, kreatif, serta kolaboratif,” ujarnya.

Khairuddin menambahkan, melalui pelatihan ini, SMA Negeri 1 Matangkuli menegaskan komitmennya membangun ekosistem pembelajaran digital yang berkelanjutan.

“Komitmen ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mewujudkan pendidikan adaptif, inovatif, serta berorientasi pada penguatan karakter dan kompetensi abad ke-21,” tutupnya. [adv]