BERITAACEH, Banda Aceh | Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menggelar Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja (RKA-SK) Tahun 2024, sejak 6 – 8 Maret 2023 di Aula Arafah UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh di Banda Aceh.
Rakor ini dibuka PJ Gubernur Aceh diwakili Kadis Syariat Islam Provinsi, Dr. EMK. Alidar, S. Ag,. M. Hum, dihadiri Plt Kakanwil Kemenag Aceh, Ahmad Yani SPd I, Kabag TU Drs H Marzuki A, MA, Para Kabid, Pembimas, Kakankemenag dan Kasubag TU se-Aceh, dan Perencana Keuangan Kemenag Kabupaten/Kota.
Kegiatan Rakor bertema “Meningkatkan Sinergi dalam Penyelenggaraan Perencanaan yang lebih Terintegrasi.”
EMK Alidar dalam sambutannya menyampaikan salam dari Pak PJ Gubernur yang tidak bisa berhadir, karena ada tugas negara yang harus diselesaikan.
“Kami apresiasi kinerja dan capaian prestasi di berbagai bidang yang diraih selama ini. Hal ini membawa dampak yang positif bagi Aceh, dan semoga dapat terus berlanjut, dimulai dengan adanya perencanaan mendatang untuk tahun-tahun berikutnya,” kata Alidar.
Ia menyebutkan Pemerintah Aceh dan Kemenag mempunyai ruang lingkup tupoksi yang sangat erat dan saling berkaitan, “Kita telah membangun sinergi dan koordinasi yang baik dalam segala hal, semoga dapat terus ditingkatkan dan lebih baik, untuk mencapai kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Plt Kakanwil Ahmad Yani berharap penyusunan anggaran tetap berorientasi pada 7 program prioritas Menteri Agama dan berbasis program kinerja, semua yang dilakukan tetap dibawah satu Komando.
Menurut A Yani, untuk dapat melaksanakan anggaran yang sesuai dengan rencana anggaran yang telah disusun melalui membangun koordinasi yang baik dan selaras antara perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan anggaran atau pertangungjawabannya.

Karena itu, ia mengajak jajarannya dan khusus para perencana, merespon segala perubahan dan perkembangan pembangunan dengan cara menyusun program obyektif, aktif dan realistis yang didukung oleh data perencanan yang berkualitas.
“Sehingga program di semua bidang seperti bidang Haji, pendidikan, keagamaan dan program lainnya di kementerian Agama dapat terealisasi sesuai dengan apa yang telah direncanakan,” ucapnya.
Ia juga berharap agar program yang dicapai pada Rakor adalah hasil rekomendasi terbaik, adanya penyusunan perencanaan yang substantif, efektif dan efesien.
“Kita maksimalkan rakor ini, untuk membuat rencana anggaran dan matrik kerja tahun depan yang profesional dan meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik serta saling bersinergi,” harapnya.
Kita tingkatkan etos kerja melalui implementasi 5 budaya kerja, merawat moderasi beragama, menumbuhkan profesionalitas dan semangat kebersamaan dalam merealisasikan program yang ada di Kanwil Kemenag Aceh, sehingga hadirnya Kementerian Agama dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.
Sementara Kabag TU menyatakan pelaksanaan RKA-SK adalah langkah awal yang baik untuk menyusun anggaran 2024, kita mulaj dengan baik dan membangun sinkornisasi untuk mewujudkan kinerja yang terencana dengan matang.
Marzuki menjelaskan bahwa tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama sangat luas meliputi keagamaan dan keummatan, dunia dan akhirat.
“Tugas tugas kementerian agama bisa dikatakan tugas dunia akhirat, yang tidak dibatasi waktu, jarak, bila bekerja dengan ikhlas maka tugas yang berat ini akan terasa ringan,” jelasnya.
Rakor ini diisi Narasumber Inspektur Jenderal Kemenag RI, Kepala Biro Perencanaan dan Kepala Biro Kepegawaian yang hadir secara virtual.[ADV]
















