BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, mengimbau pelaku usaha kuliner di ibu kota Provinsi Aceh agar menyediakan fasilitas mushala yang layak bagi pengunjung. Imbauan tersebut ditujukan kepada pengelola restoran, kafe, warung kopi, dan tempat makan sejenis yang beroperasi di wilayah kota.
Menurut Irwansyah, keberadaan ruang ibadah yang representatif menjadi bagian penting dari pelayanan, khususnya di daerah yang menerapkan syariat Islam seperti Banda Aceh. Ia menilai, fasilitas tersebut tidak hanya menunjang kenyamanan pelanggan, tetapi juga membantu mereka menjalankan kewajiban ibadah tepat waktu.
“Tempat usaha yang ramai dikunjungi masyarakat sudah semestinya memikirkan kebutuhan dasar pengunjung, termasuk fasilitas untuk salat,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan, kebutuhan mushala akan semakin relevan saat memasuki bulan Ramadan. Banyak usaha kuliner menawarkan paket berbuka puasa bersama, sehingga ketersediaan tempat salat Magrib dinilai penting agar pelanggan tidak perlu meninggalkan lokasi untuk beribadah.
Selain momentum Ramadan, Irwansyah juga menyoroti tren meningkatnya aktivitas bekerja dan belajar dari kafe atau restoran. Menurutnya, tempat makan kini kerap dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan, kerja daring, hingga diskusi kelompok. Karena itu, keberadaan mushala dinilai sebagai bagian dari standar layanan yang patut dipertimbangkan pengelola usaha.
Lebih jauh, politisi PKS tersebut turut mengingatkan pentingnya aspek kebersihan dan tata kelola lingkungan. Ia meminta pemilik usaha memperhatikan sistem pembuangan limbah, khususnya limbah cair dari dapur dan area pencucian, agar tidak langsung dialirkan ke selokan umum.
“Pengelolaan limbah harus tertib dan tidak mencemari lingkungan sekitar. Kebersihan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kenyamanan dan kepercayaan konsumen,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga menyinggung persoalan parkir di sejumlah lokasi usaha yang berada di tepi jalan utama. Menurutnya, penyediaan area parkir yang memadai penting untuk mencegah kemacetan dan menjaga ketertiban lalu lintas.
Irwansyah berharap pelaku usaha kuliner dapat berkontribusi mendukung visi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mewujudkan kota yang tertib, bersih, dan bernuansa islami.
“Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha sangat dibutuhkan agar Banda Aceh tetap menjadi kota yang nyaman, aman, dan berbudaya,” ujarnya. [adv]
















