BERITAACEH, Banda Aceh | Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh H. Heri Julius mengapresiassi terkait keberhasilan Polresta Banda Aceh, melaunching Kampung Bebas Narkoba ke 17 Desa. Program quick wins presisi Polri yang ditindak lanjuti oleh Polda Aceh harus dikembangkan agar Upaya penyelamatan generasi Aceh.
“Saya mengapresiasi Kepolisian dan Masyarakat Kota Banda Aceh, yang telah berhasil menciptakan desa-desa bebas Narkoba. Sehingga generiasi Muda-Mudi selamat dari ancaman Narkoba,” ungkapnya.
Heri Julius menyebutkan, Program quick wins presisi Polri sangat baik untuk mencegah peredaran Narkoba di Aceh, khusunya di Kota Banda Aceh. Namun Masyarakat harus mendukung, di ditindak lanjuti oleh Polda Aceh.
“Dimana sebelumnya Polresta Banda Aceh telah melaunching 16 gampong lainnya. Program ini harus dilanjutkan, desa-desa yang telah dilauching harus mendapat pembinaan yang berkelanjutan,” ungkapnya, Juma’at, 19 April 2024.
Dia menyebutkan, seperti Gampong Lampulo yang telah ditetapkan sebagai Kampung Bebas Narkoba (KBN), berhasil meraih prestasi juara 1 di tingkat Provinsi Aceh, dan sebagai juara 2 ditingkat Nasional beberapa bulan lalu. Bahwa, program kampung bebas narkoba adalah program untuk membentuk dan menumbuhkan potensi masyarakat desa secara swadaya untuk mencegah dan menanggulangi peredaran narkoba di wilayah desa nya sendiri.
“Upaya pencegahan dan penanggulangan itu melalui pembentukan satgas – satgas yang mempunyai peran dan fungsi serta dilaksanakan oleh anggota masyarakat desa itu sendiri. Satgas – satgas yang dimaksud meliputi Satgas Preemtif, Satgas Preventif dan Satgas Refresif,” tuturnya.
Lalu tambahnya, tujuan dari program kampung bebas narkoba ini adalah menumbuhkan kemandirian masyarakat desa untuk mencegah dan menanggulangi peredaran gelap narkoba di lingkungan desa itu sendiri untuk mewujudkan “zero penyalahgunaan narkoba” di desa.
Kesuksesan pelaksanaan program kampung bebas narkoba ini tentunya tidak terlepas dari pada dukungan semua pihak, baik unsur pemerintah atau pun semua elemen masyarakat.
“Sehingga suksesnya program ini di seluruh desa baik di kota Banda Aceh, dapat menyelamatkan generasi muda Indonesia menuju Indonesia emas 2045,” pungkasnya. [Advertorial]




