BANDA ACEH — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh melakukan peninjauan langsung ke beberapa ruas jalan yang rawan menimbulkan kemacetan di Kota Banda Aceh, Senin (19/01/2026).
Ketua Komisi III, Royes Ruslan, mengatakan kunjungan ini sebagai respons atas laporan masyarakat terkait kondisi jalan yang terganggu akibat parkir di lokasi strategis. Ia menyoroti Jalan Sudirman, di mana perumahan warga yang dijadikan usaha kerap mengubah bahu jalan menjadi area parkir, sehingga menghambat pengguna jalan.
“Kita sudah turun bersama Dinas Perhubungan dan memberikan masukan agar pengaturan parkir lebih tertib dan rapi,” ujar Royes.
Selain itu, Komisi III juga meninjau area Rumah Sakit Meuraxa. Dewan meminta agar rencana penghapusan lokasi parkir di ruas tersebut dikaji ulang, karena daerah tersebut bukan jalur padat. Di sekitar RSUZA, Royes menambahkan, meski sudah ada aturan parkir untuk sepeda motor, kenyataannya kendaraan parkir tidak beraturan dan kadang menimbulkan kemacetan di jalan protokol.
Royes menekankan perlunya kepastian terkait jalan yang sudah diserahkan ke RSUZA. “Kalau kompensasi ke Pemko belum jelas, maka sebaiknya status jalan dikaji ulang. Jangan sampai jalan diberikan tapi hak Pemko tidak terpenuhi,” katanya.
Sekretaris Komisi III, Sofyan Helmi, meminta Dinas Perhubungan bersikap tegas dan bijak dalam menentukan titik parkir, terutama di jalan protokol dan jalur padat seperti Trans Kutaraja. “Jalur-jalur ini sebaiknya bebas dari juru parkir untuk kelancaran lalu lintas,” ujar Sofyan.
Sofyan juga menambahkan, di Jalan RSU Meuraxa bukan jalur padat sehingga keberadaan parkir resmi yang telah membayar retribusi tetap bisa dipertahankan. Sementara di RS Cempaka Lima, pihak terkait diminta menertibkan parkir liar di tepi jalan.
Wakil Ketua Komisi III, Tuanku Muhammad, menekankan pentingnya memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir, namun tetap harus mempertimbangkan ketertiban, kelancaran arus lalu lintas, dan keindahan kota. “PAD perlu ditingkatkan, tapi ketertiban dan kelancaran lalu lintas juga harus jadi prioritas,” katanya.
Kunjungan ini turut dihadiri anggota Komisi III, Ramza Harli dan Abdul Rafur, serta pihak Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR Kota Banda Aceh. [adv].
















