PIDIE JAYA – Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos., ME menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi birokrasi, melainkan amanah besar untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, profesional, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sembilan pejabat administrator (eselon III) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya yang berlangsung di Aula Cot Trieng, Lantai III Kantor Bupati Pidie Jaya, Rabu (15/7/2026) pukul 17.48 WIB.
Dalam arahannya, Sibral Malasyi menekankan bahwa rotasi dan promosi jabatan yang dilakukan bukan sekadar penyegaran organisasi, tetapi merupakan strategi pemerintah daerah untuk memperkuat kualitas birokrasi sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan program pembangunan daerah sangat bergantung pada kapasitas para pejabat administrator yang menjadi penghubung antara kebijakan strategis pimpinan dengan pelaksanaan program di lapangan.
“Yang kami harapkan bukan sekadar menjalankan rutinitas atau menghabiskan anggaran. Setiap program harus menghasilkan manfaat nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Sibral.
Bupati juga mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik agar meninggalkan pola kerja konvensional dan mulai membangun budaya birokrasi yang inovatif serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Ia menilai tantangan pelayanan publik di era digital menuntut aparatur pemerintah untuk bekerja lebih cepat, kreatif, dan mampu menghadirkan berbagai terobosan dalam mempercepat layanan kepada masyarakat.
Selain inovasi, Sibral menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antarlembaga. Menurutnya, pembangunan daerah tidak mungkin berhasil apabila setiap organisasi perangkat daerah bekerja sendiri-sendiri dengan mengedepankan ego sektoral.
“Bangun komunikasi yang baik, baik secara vertikal dengan pimpinan maupun secara horizontal dengan perangkat daerah lainnya. Keberhasilan pembangunan Pidie Jaya adalah hasil kerja bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan bahwa seluruh pejabat akan dievaluasi secara berkala berdasarkan capaian kinerja.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya tidak akan ragu melakukan evaluasi kembali apabila pejabat yang diberikan amanah tidak mampu menunjukkan peningkatan kinerja secara signifikan.
“Jabatan adalah amanah, bukan tempat mencari keuntungan. Jaga integritas, jauhi gratifikasi dan segala bentuk penyalahgunaan wewenang. Kepercayaan masyarakat harus dijaga dengan bekerja secara profesional dan bertanggung jawab,” katanya.
Sibral menambahkan, seluruh kebijakan dan pelayanan pemerintah harus diarahkan untuk mewujudkan visi Kabupaten Pidie Jaya, yakni ‘Terwujudnya Kabupaten Pidie Jaya yang Bersyariat, Berkeadilan, Maju, dan Berkelanjutan.’
Karena itu, ia meminta seluruh pejabat menghadirkan nilai-nilai syariat Islam dalam etika pelayanan, menjunjung tinggi keadilan dalam setiap pengambilan keputusan, serta memastikan setiap kebijakan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada para pejabat sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian mereka selama menjalankan tugas.
Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk menyatukan langkah, memperkuat sinergi, dan bekerja dengan sepenuh hati demi menghadirkan pemerintahan yang profesional, responsif, dan mampu menjawab harapan masyarakat.
“Marilah kita jadikan jabatan ini sebagai ladang pengabdian. Bekerjalah dengan hati, layani masyarakat dengan sepenuh hati, dan bersama-sama membawa Pidie Jaya menjadi daerah yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.

