Advertorial

Penjabat Gubernur Harapkan PEDA Tani-Nelayan Pacu Tranformasi Agribisnis di Aceh

20230511_135145-1050×5251
Ukuran Font
A A 100%

BERITAACEH, Aceh Besar | Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, mengharapkan kegiatan Pekan Daerah (PEDA) Petani-Nelayan dapat memacu inovasi dan transformasi kerja para petani dan nelayan di Aceh menjadi lebih baik. Sehingga sektor pertanian dan kelautan juga menjadi bidang usaha maupun ekonomi andalan provinsi Aceh.

“Tentu kegiatan ini bukan hanya kepentingan untuk persiapan Penas, tapi juga untuk kemajuan pertanian, perkebunan dan kelautan Aceh dari hulu ke hilir,” kata Achmad Marzuki saat membuka Pekan Daerah Petani- Nelayan di Halaman Unit Diklat Pertanian dan Perkebunan Saree, Kamis, (11/5/2023).

“Melalui kegiatan ini kita harapkan akan ada komunikasi dan tukar informasi agar para petani dan nelayan menemukan hal-hal baru,” kata Achmad Marzuki.

Pj Gubernur mengatakan, penggunaan teknologi untuk kegiatan pertanian menjadi sebuah keniscayaan di era sekarang. Sehingga kualitas dan kuantitas produk lebih meningkat.

“Saya juga mengajak penyuluh KTNA untuk mendampingi petani dan nelayan agar lebih baik dan maju,” tutur Achmad Marzuki.

Dikatakan, usaha hilirisasi berupa item produk, baik makanan ataupun minuman yang dipasarkan secara lokal, nasianal bahkan ekspor. Ia mencontohkan kegiatan usaha pengembangan tanaman kopi di Gayo. Dimana berbagai jenis tanaman kopi, baik itu arabika maupun robusta sudah ditanam di berbgai daerah.

“Biji kopi lebih banyak diekspor dari pada diproduksi di daerah atau dalam negeri,” tutur Pj Gubernur.

Begitu juga dengan pengembangan tanaman kakao. Biji kako  lebih banyak dijual ke luar Aceh. Memang sudah ada usaha pengolahan biji kakao di Aceh, tapi jumlahnya masih sangat terbatas.

Achmad Marzuki berharap, melalui Peda Petani dan Nelayan di Aceh saling bertukar informasi, pengetahuan, hasil inovasi dan kreativitas dalam pengolahan hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

“Jika itu bisa terlaksana, Peda tahun ini memberikan manfaat kepada petani dan nelayan, serta masyarakat Aceh,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah, mengatakan kegiatan yang digelar pihaknya diikuti 400 petani dan nelayan dari seluruh Aceh dan akan berlangsung selama 3 hari, 11-13 Mei 2023.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi forum pertemuan petani dan nelayan untuk saling bertukar informasi dengan pengusaha dan pemerintah daerah.

Cut mengatakan, penyelenggaraan acara tersebut bertujuan meningkatkan kualitas SDM dan kemandirian petani nelayan.

Selain itu, lanjut dia, juga untuk meningkatkan hubungan kemitraan usaha dan jaringan agribisnis antar peserta dengan pengusaha di bidang agribisnis.

Cut menyebutkan, pada Pekan Daerah itu juga digelar stand pameran dari sejumlah instansi untuk menyebarkan wawasan kepada para petani. Diantaranya ada stand Dinas Peternakan dengan berbagai alat dan mesin untuk kemudahan peternakan dan stand Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk informasi alur mendapatkan kredit usaha petani.

“Kita beharap kegiatan ini bisa memberikan maafaat bagi petani dan nelayan dalam meningkatakan usaha tani dan laut di Provinsi Aceh,” kata Cut Huzaimah.

Dalam pembukaan yang dihadiri Kepala Badan Pengembagan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Pusat, Prof Dr Dedi Nursyamsi, Pengurus KTNA Aceh, Pengurus KTNA kabupaten/kota, anggota KTNA,  Pengurus Perhimpunan Petani Aceh, Kepala Distanbun kabupaten/kota dan Kepala SKPA.(ADV).