Headline

Petani di Aceh Utara Tewas Tertimpa Patahan Pohon Kelapa

IMG-20261020-WA0175
Ukuran Font
A A 100%

ACEH UTARA — Ibrahim, 55 tahun, seorang petani asal Gampong Punti, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, meninggal dunia setelah tertimpa patahan pohon kelapa di jalan Gampong Leuhong, Kecamatan Paya Bakong, Selasa sore, 20 Oktober 2026. Pohon tersebut diduga telah membusuk sebelum patah dan menimpa korban.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB ketika Ibrahim melintas menggunakan becak motor yang mengangkut rumput untuk pakan ternak. Saat kejadian, sejumlah warga sedang duduk berbincang di depan rumah yang tidak jauh dari lokasi.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Paya Bakong Ipda Noprian Dwi Cahyo mengatakan, para saksi awalnya mendengar suara dentuman keras. Ketika memeriksa sumber suara, mereka mendapati patahan pohon kelapa telah menimpa Ibrahim yang sedang melintas.

“Berdasarkan keterangan saksi, saat mereka sedang duduk berbincang di depan rumah yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, tiba-tiba terdengar suara dentuman. Setelah melihat ke arah sumber suara, ternyata patahan pohon kelapa telah menimpa korban yang sedang melintas,” kata Noprian dalam keterangan tertulis Humas Polres Aceh Utara.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berteriak meminta pertolongan. Mereka kemudian mendatangi lokasi untuk membantu korban sekaligus menghubungi polisi dan petugas puskesmas.

Namun, Ibrahim diketahui telah meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Atas permintaan keluarga, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka untuk selanjutnya dikebumikan.

Polisi telah meminta keterangan dua saksi yang berada di sekitar lokasi, yakni Nuraili, 40 tahun, dan Nazariah, 50 tahun. Keduanya merupakan warga Gampong Leuhong, Kecamatan Paya Bakong.

Polisi Ingatkan Bahaya Pohon Lapuk

Kapolsek Paya Bakong mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar pohon tua yang berpotensi patah atau tumbang. Pohon yang terlihat lapuk, membusuk, atau mengalami kerusakan perlu mendapat perhatian karena dapat membahayakan keselamatan warga.

Ia juga mengimbau masyarakat segera melaporkan pohon yang dinilai membahayakan kepada perangkat gampong atau pihak terkait, terutama jika berada di sepanjang jalan dan kawasan permukiman.

Pelaporan tersebut diperlukan agar potensi bahaya dapat diperiksa dan ditangani sebelum menimbulkan korban.

Peristiwa yang menewaskan Ibrahim menjadi pengingat akan pentingnya memperhatikan kondisi pohon di ruang publik, khususnya di jalur yang setiap hari dilalui masyarakat. Pemeriksaan dan penanganan pohon yang berisiko dapat menjadi salah satu langkah pencegahan untuk menghindari kejadian serupa.