Advertorial

Plt Kadisdik Aceh Dorong Sekolah Bermental Bisnis: Aset Negara Harus Produktif

10
Ukuran Font
A A 100%

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, mendorong kepala sekolah dan jajaran pendidikan untuk mengubah cara pandang dalam mengelola aset dan potensi sekolah. Aula SMKN 3 Banda Aceh. Selasa, 27 Januari 2026.

BANDA ACEH | Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mendorong kepala sekolah dan jajaran pendidikan untuk mengubah pola pikir dalam mengelola aset serta potensi sekolah.

Ia menegaskan berbagai fasilitas yang dititipkan negara, mulai dari gedung, listrik hingga peralatan, bukan untuk dibiarkan stagnan, melainkan harus dikelola secara produktif dan berorientasi hasil.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Global Mandiri USK dengan BLUD SMK Negeri 1 Banda Aceh, SMK Negeri 2 Banda Aceh, dan SMK Negeri 3 Banda Aceh di Aula SMKN 3 Banda Aceh, Selasa (27/1/2026).

Menurut Murthalamuddin, lemahnya mental kewirausahaan di kalangan aparatur pendidikan menjadi salah satu kendala berkembangnya sekolah. Ia menilai banyak satuan pendidikan memiliki peluang besar untuk maju, namun belum optimal karena kurang berani membaca pasar dan mengelola potensi secara profesional.

“Kalau semua biaya dasar sudah ditanggung negara, seharusnya sekolah punya ruang besar untuk menciptakan keuntungan. Ini soal mental,” ujarnya.

Ia mencontohkan peluang usaha berbasis kompetensi keahlian di SMK, seperti jasa produksi, bengkel, hingga pemanfaatan lahan dan limbah organik yang dinilai memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan pendekatan bisnis yang tepat.

“Bukan asal jalan, tapi harus untung. Kalau tidak, sama saja seperti lembu makan plastik—masuk, keluar, tidak pernah gemuk,” katanya.

Murthalamuddin juga membagikan pengalaman pribadinya yang sempat mengalami keterpurukan ekonomi saat pandemi, sebelum bangkit melalui dunia penjualan dan kewirausahaan. Dari pengalaman tersebut, ia menilai kemampuan membaca peluang, menjual gagasan, dan membangun jejaring menjadi kunci keberhasilan.

Ia menegaskan, keberhasilan tidak semata ditentukan oleh gelar akademik, melainkan kecakapan mengelola potensi yang ada. “Sekolah jangan takut berinovasi. Kalau tidak mampu menjalankan, beri ruang kepada yang mau dan mampu,” ujarnya.

Menutup arahannya, ia mengajak seluruh kepala sekolah membangun pola pikir produktif dalam mengelola sumber daya. “Kalau orang tanpa modal bisa hidup, kenapa kita yang sudah dimodali negara tidak bisa?” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Syiah Kuala, Marwan, menyampaikan komitmen USK untuk terus memperkuat kolaborasi dengan SMK, khususnya dalam pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Pengelolaan BLUD yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan, karena hasilnya dapat dikembalikan untuk pengembangan sekolah,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Bisnis dan Dana Lestari USK, Syaifullah Muhammad, serta Direktur Utama PT Global Mandiri USK, Rizalsyah. [adv]