Advertorial

Polri Mengajar Hadirkan Akses Pendidikan Digital bagi Pelajar

8
Ukuran Font
A A 100%

Program Polri Mengajar menghadirkan layanan pendidikan digital yang dapat diakses secara luas oleh masyarakat, khususnya pelajar dari jenjang SD hingga SMA, melalui platform pembelajaran daring yang mudah digunakan dan berbasis teknologi, Rabu, 28 Januari 2026.

BANDA ACEH – Program Polri Mengajar menghadirkan layanan pendidikan digital yang dapat diakses luas oleh masyarakat, khususnya pelajar jenjang SD hingga SMA, melalui platform pembelajaran daring berbasis teknologi, Rabu, 28 Januari 2026.

Melalui situs resmi https://polrimengajar.ilmci.com/, peserta didik dapat mengakses lebih dari 30.000 video pembelajaran sesuai kurikulum nasional serta lebih dari 3.000 video pendidikan akhlak yang mencakup wawasan kebangsaan, bela negara, dan pembangunan karakter bangsa.

Untuk mengakses layanan tersebut, pengguna cukup membuka laman Polri Mengajar dan memilih menu Pendidikan di pojok kanan atas. Bagi yang telah memiliki akun, pembelajaran dapat langsung dimulai dengan memasukkan email dan kata sandi. Sementara pengguna baru dapat melakukan pendaftaran dengan mengisi data diri berupa nama lengkap, nomor telepon, email, serta kata sandi.

Selain materi akademik, platform ini juga menyediakan konten pengayaan seperti pembelajaran bahasa asing, coding, gim edukasi, latihan TOEFL dan TOEIC, hingga materi antikorupsi, sejarah nasional, pahlawan nasional, dan kearifan lokal. Fitur pendukung lainnya meliputi e-flashcard, e-book, serta modul interaktif yang dirancang untuk meningkatkan minat dan kualitas belajar siswa.

Menanggapi kehadiran platform tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, Rabu (28/1/2026), mengajak guru dan orang tua untuk aktif menyosialisasikan pemanfaatan Polri Mengajar kepada para siswa.

“Platform ini sangat mudah diakses dan memiliki manfaat besar bagi peserta didik. Karena itu, kami mengajak para guru dan orang tua untuk ikut mendorong dan mendampingi anak-anak dalam memanfaatkan layanan Polri Mengajar sebagai bagian dari proses belajar,” ujarnya.

Ia menegaskan, di era teknologi modern, peserta didik dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal meski menghadapi berbagai keterbatasan.

“Transformasi digital dalam pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan pemanfaatan platform pembelajaran digital seperti ini, siswa tetap bisa belajar secara berkelanjutan, baik di sekolah maupun secara mandiri di rumah,” tambahnya.

Murthalamuddin berharap pemanfaatan Polri Mengajar dapat menjadi solusi pembelajaran alternatif yang efektif, khususnya bagi wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan akibat faktor geografis, bencana, maupun situasi darurat lainnya.

Dengan dukungan guru, orang tua, dan pemerintah, platform tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan digital serta meningkatkan kualitas pembelajaran generasi muda. [adv]