Ekonomi

PT Chitose Salurkan CSR untuk Sekolah Terdampak Bencana di Pidie Jaya, Bupati: Kepedulian Dunia Usaha Bangkitkan Harapan Pendidikan

IMG-20260710-WA0018
Ukuran Font
A A 100%

PIDIE JAYA – Di tengah upaya membangkitkan dunia pendidikan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Pidie Jaya pada 2025, kepedulian sektor swasta kembali hadir. PT Chitose Internasional Tbk menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa perangkat mobiler untuk SMP Negeri 1 Meureudu dan SD Negeri 8 Meureudu, sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan sarana belajar mengajar di daerah terdampak.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Manager PT Chitose Internasional Tbk, Shinta Sukma Dewi, disaksikan Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos., ME, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie Jaya, para guru, siswa, serta tamu undangan.

Program CSR ini mencakup bantuan mobiler untuk satu ruang kelas di SMP Negeri 1 Meureudu dan satu ruang kelas di SD Negeri 8 Meureudu, yang diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar setelah kedua sekolah terdampak bencana hidrometeorologi tahun lalu.

Sekolah Kehilangan Ribuan Buku Pascabanjir

Kepala SMP Negeri 1 Meureudu…. mengungkapkan bahwa sekolah yang dipimpinnya menjadi salah satu institusi pendidikan yang mengalami dampak cukup berat akibat banjir bandang.

Selain kerusakan fasilitas, sekolah kehilangan ribuan buku perpustakaan dan buku pegangan siswa yang hanyut diterjang banjir.

“Hampir 80 persen siswa kami juga terdampak bencana. Ada yang kehilangan rumah, ada yang rumahnya rusak berat sehingga belum bisa ditempati. Kami sangat bersyukur atas bantuan ini karena menjadi penyemangat bagi guru dan siswa untuk kembali bangkit,” ujarnya.

Ia berharap kepedulian berbagai pihak terhadap dunia pendidikan di Pidie Jaya terus berlanjut, mengingat masih banyak kebutuhan sekolah yang belum sepenuhnya terpenuhi.

Berawal dari Pertemuan di Warung Kopi

Manager PT Chitose Internasional Tbk, Shinta Sukma Dewi, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program CSR perusahaan yang setiap tahun menyasar sekolah-sekolah di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, keputusan membantu Pidie Jaya lahir setelah melihat langsung dampak bencana yang dialami masyarakat dan berdiskusi dengan Bupati Pidie Jaya beberapa bulan lalu.

“Kami memilih Aceh karena melihat daerah ini terdampak bencana. Setelah berdiskusi dengan Bapak Bupati, kami memutuskan membantu satu ruang kelas di SMP Negeri 1 Meureudu dan satu ruang kelas di SD Negeri 8 Meureudu berupa meja, kursi siswa, meja guru, serta perlengkapan belajar lainnya,” kata Shinta.

Ia mengaku masih banyak sekolah di Pidie Jaya yang membutuhkan bantuan. Karena itu, pihaknya akan menyampaikan kondisi tersebut kepada jajaran direksi PT Chitose Internasional Tbk agar peluang penambahan program CSR di Pidie Jaya dapat dipertimbangkan.

“Kami akan membawa aspirasi ini kepada manajemen. Mudah-mudahan ada kesempatan untuk kembali membantu sekolah-sekolah lain yang terdampak,” ujarnya.

Bupati: Bantuan Ini Lahir dari Kepedulian, Bukan Dana Pemerintah

Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT Chitose Internasional Tbk yang telah berkontribusi dalam mendukung pemulihan sektor pendidikan di daerahnya.

Ia mengungkapkan, komunikasi mengenai bantuan tersebut berawal dari pertemuan sederhana dengan pihak perusahaan di sebuah warung kopi di Jakarta.

“Dari pertemuan sederhana itulah kami bercerita tentang kondisi sekolah-sekolah di Pidie Jaya pascabencana. Alhamdulillah, perusahaan merespons dengan cepat hingga bantuan ini benar-benar terealisasi. Ini bukan bantuan pemerintah, tetapi bentuk kepedulian dunia usaha terhadap pendidikan anak-anak kami,” kata Sibral.

Ia mengajak seluruh warga sekolah menjaga fasilitas yang telah diberikan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena pemerintah daerah masih menghadapi keterbatasan anggaran dalam memenuhi seluruh kebutuhan rehabilitasi sekolah pascabencana.

Bupati juga berharap kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan PT Chitose Internasional Tbk dapat terus berlanjut sehingga lebih banyak sekolah yang memperoleh dukungan serupa.

“Pendidikan adalah investasi terbesar bagi masa depan daerah. Karena itu kami terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha agar proses pemulihan pendidikan di Pidie Jaya berjalan lebih cepat dan kualitas layanan pendidikan semakin baik,” ujarnya.

Penyaluran CSR tersebut menjadi salah satu contoh kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam mempercepat pemulihan daerah pascabencana. Di tengah keterbatasan anggaran, dukungan dunia usaha dinilai menjadi energi baru untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan dan harapan generasi muda Pidie Jaya tetap terjaga.