News

Reses di Jeulingke, Zulkasmi Soroti Isu Kesehatan hingga Infrastruktur Gampong

21
Ukuran Font
A A 100%

BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh, Zulkasmi, menggelar kegiatan reses tahun 2026 di Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kamis (12/2/2026). Agenda tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat dari Kecamatan Syiah Kuala serta Ulee Kareng untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat akar rumput.

Dalam pertemuan yang berlangsung terbuka, sejumlah isu strategis mencuat, mulai dari pelayanan kesehatan, penanganan penyalahgunaan narkoba, penyebaran HIV/AIDS, hingga persoalan distribusi air bersih dan perbaikan infrastruktur lingkungan. Warga juga menyoroti kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di beberapa sekolah.

Zulkasmi menegaskan bahwa reses bukan sekadar kewajiban formal anggota dewan, melainkan instrumen konstitusional untuk memastikan suara masyarakat terakomodasi dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

“Banyak persoalan yang disampaikan warga, terutama terkait layanan kesehatan, infrastruktur gampong, PDAM, serta isu sosial seperti narkoba dan HIV/AIDS. Semua ini menjadi catatan penting yang harus ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap aspirasi yang dihimpun akan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran (pokir) dewan dan dibahas dalam forum resmi DPRK untuk kemudian dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Banda Aceh sesuai kewenangan dan skala prioritas.

Menurutnya, persoalan kesehatan dan penyalahgunaan narkoba memerlukan pendekatan terpadu, tidak hanya melalui layanan medis, tetapi juga edukasi dan penguatan peran keluarga serta lingkungan. Sementara itu, perbaikan infrastruktur dinilai penting untuk mendukung mobilitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Zulkasmi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan publik, termasuk distribusi air bersih yang stabil dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia berkomitmen mengawal aspirasi tersebut agar dapat direalisasikan secara bertahap melalui kebijakan dan penganggaran yang tepat.

“Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Kami akan berupaya agar setiap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti di forum reses, tetapi benar-benar diperjuangkan hingga tahap realisasi,” tegasnya.

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana dialogis, di mana warga menyampaikan masukan secara langsung dan berharap adanya percepatan pembangunan yang merata demi kemajuan Kota Banda Aceh ke depan. [adv]