Aceh Utara | Rumah Zakat menghadirkan 100 unit hunian sementara berbahan papan kayu bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Bencana yang terjadi sekitar dua bulan lalu tersebut menghanyutkan ratusan rumah warga dan memaksa mereka kehilangan tempat tinggal.
Program pembangunan hunian ini merupakan hasil kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, sektor swasta, akademisi, dan media.
Rumah Zakat bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam hal perizinan pemanfaatan kayu gelondongan yang terbawa banjir, serta berkoordinasi dengan BNPB dalam pelaksanaan program di lapangan.
Konsep hunian dirancang oleh Kepala Laboratorium Teknik Struktur Universitas Gadjah Mada (UGM), sementara Kementerian Kehutanan turut mendukung melalui bantuan alat berat untuk pembersihan lahan dan pengangkutan kayu gelondongan.
Kayu-kayu yang sebelumnya menjadi material perusak akibat banjir kini dimanfaatkan kembali sebagai bahan bangunan hunian dengan konsep pemberdayaan berkelanjutan.
Pada tahap pertama, Rumah Zakat menggandeng mitra kebaikan dan sektor swasta untuk membangun 100 unit hunian berukuran 6 x 6 meter.
Setiap hunian terdiri atas dua kamar tidur dan satu ruang serbaguna, yang diharapkan dapat menjadi titik awal bagi warga untuk kembali membangun kehidupan pascabencana.
“Kami berharap kebutuhan hunian bagi sekitar 450 kepala keluarga terdampak dapat terpenuhi melalui konsep hunian papan kayu ini,” ujar Kepala Divisi Kemanusiaan Rumah Zakat, Al Razi Izzatul Yazid.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, di antaranya Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, BNPB, UGM, Kementerian Kehutanan, Bulaksumur Peduli, serta mitra kolaborasi Rumah Zakat.
Saat ini, proses pembangunan telah melibatkan 20 kelompok kerja yang terdiri dari warga lokal. Selain itu, Rumah Zakat juga memberdayakan para pengrajin dan tukang olah kayu setempat untuk memproduksi papan kayu sebagai bahan bangunan hunian.
Sementara itu, Kepala Cabang Rumah Zakat Aceh, Riadhi, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.
Ia mengajak masyarakat luas untuk terus memberikan dukungan kepada warga terdampak bencana, baik secara personal, komunitas, maupun melalui keterlibatan korporasi, khususnya pada masa pemulihan pascabencana.
“Kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan agar proses recovery dapat berjalan optimal dan masyarakat dapat kembali hidup dengan aman, nyaman, dan bermartabat,” tutupnya. [Khairul].
















