Headline

Tiga Paket Proyek Peningkatan Jalan Aceh Tengah Terbengkalai, Dugaan Dana Pokir Dewan

IMG_20230814_160858
Ukuran Font
A A 100%

BERITAACEH, Banda Aceh | Tiga paket proyek peningkatan jalan Rambat Beton di Kecamatan Silihnara, Kabupaten Aceh Tengah terbengkalai. Proyek itu bersumber Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2022 mencapai Rp. 1,3 miliar lebih.

Proyek senilai Rp 1,3 milyar lebih anggaran tahun 2022, anggarannya bersumber dari Pokok Pikiran Rakyat (Pokir) dikabarkan milik Alaidin Abu Abbas, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Demokrat.

Tiga paket pekerjaan yang di kerjakan itu tersebar di Kecamatan Silihnara, tiga titik sesuai dilansir dari laman LPSE Provinsi Aceh, nilai total Rp 1,317,000,000.

Peningkatan jalan lingkungan Kemukiman Silihnara, Kampung Simpang Kemili Aceh Tengah dengan pagu anggaran sebesar Rp. 440.000.000 dikerjakan  CV Putra Birsa Atjeh beralamat di Jl Imum Lueng No.23 Gp Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

Peningkatan jalan Kampung Arul Kumer Selatan dengan pagu anggaran sebesar Rp.440,000,000,- dikerjakan CV Kelompok beralamat di Jln Sri Ratu Safiatuddin 23-A, Peunayong, Kuta Alam, Banda Aceh.

Selanjutnya, peningkatan jalan lingkungan Kampung Arul kumer Timur,, Kecamatan Silih Nara Aceh Tengah dengan pagu anggaran Rp 440 juta, dikerjakan CV Aceh Sejahtera beralamat di Gampong Sumbok Rayeuk, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara.

Dari pantauan media ini, pada bangunan rabat beton saat ini kondisinya cukup memprihatinkan, jalannya telah mengalami kerusakan, bahkan ada yang belum selesai dikerjakan

“Pekerjaan ini dilakukan pada tahun 2022 lalu, namun sangat disayangkan pelaksana kegiatan ini mengerjakan asal-asalan,” kata Badri Linge, kepada beritamerdeka.net Senin (14/8/2023).

Dari kondisi bangunan tersebut kata Badri, pelaksana kegiatan pembangunan tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan perencanaan.

“Sudah jelas campuran materialnya dikurangi, saat ini jalannya sudah hancur,” ujarnya.

Terlebih, pembangunan jalan di tiga desa itu belum rampung di kerjakan oleh perusahaan pemenang paket pekerjaan peningkatan jalan itu.

“Bangunannya belum siap dikerjakan pelaksana, milyaran uang negara terbuang sia-sia disini,” pungkas Badri, sang aktivis yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan GMNI.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Aceh, Muhammad Adam ketika di konfirmasi belum memberi keterangan resmi atas pembangunan peningkatan jalan yang belum rampung dikerjakan tersebut.