Advertorial

Tuanku Muhammad Pimpin Upacara di MIS Lamgugob, Tekankan Disiplin Belajar dan Ibadah Sejak Dini

4
Ukuran Font
A A 100%

BANDA ACEH – Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, bertindak sebagai pembina upacara bendera di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Senin (9/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa, dewan guru, serta kepala madrasah.

Dalam amanatnya, legislator dari daerah pemilihan Syiah Kuala–Ulee Kareng itu menyampaikan pesan motivasi kepada para siswa agar membangun kebiasaan positif sejak usia dini, terutama dalam hal pendidikan, ibadah, dan kepedulian sosial.

Tuanku menyebut pendidikan sebagai fondasi utama menghadapi persaingan di masa depan. Ia mengingatkan para siswa untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar.

“Persaingan ke depan akan semakin ketat. Karena itu, anak-anak harus rajin belajar dan tidak mudah menyerah. Disiplin datang ke sekolah dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu adalah kunci meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Selain menekankan pentingnya pendidikan, ia juga mengajak siswa menjaga kedisiplinan dalam beribadah. Menurutnya, keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual menjadi bekal penting dalam membentuk karakter generasi muda.

“Ibadah harus dibiasakan sejak kecil, terutama menjaga salat. Dengan disiplin beribadah, insyaallah hidup akan lebih terarah dan penuh keberkahan,” katanya.

Lebih lanjut, Tuanku turut mengingatkan pentingnya sikap saling membantu, baik kepada orang tua, guru, maupun sesama teman. Sikap peduli dan gemar menolong, menurutnya, akan membentuk pribadi yang kuat secara sosial.

“Anak-anak harus tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan peduli terhadap sesama,” tambahnya.

Kepala MIS Lamgugob, Mistaruddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tuanku Muhammad sebagai pembina upacara. Ia berharap motivasi yang diberikan dapat menambah semangat belajar para siswa.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah singkat antara Tuanku Muhammad dengan dewan guru sebelum ia melanjutkan agenda berikutnya. [adv]