BANDA ACEH — Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi Aswad MPd, bersama anggota Komisi II DPRK, Irwansyah SE, melakukan kunjungan ke sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Ulee Kareng, Senin (19/1/2026). Kunjungan ini bertujuan menilai langsung kondisi sarana-prasarana pendidikan sekaligus menampung aspirasi guru dan pihak sekolah.
Selama peninjauan, Musriadi dan Irwansyah mengecek fasilitas pendukung proses belajar mengajar, mulai dari ruang kelas, halaman sekolah, hingga area parkir. Dari hasil pemantauan, beberapa sekolah memerlukan perhatian serius, seperti rehabilitasi pagar, pemasangan paving blok, penataan halaman, perbaikan ruang belajar, dan renovasi tempat parkir SDN 54 Banda Aceh.
“Mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh guru dan kurikulum, tetapi juga lingkungan belajar. Sekolah yang aman dan nyaman akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran siswa,” ujar Musriadi. Ia menegaskan bahwa DPRK Banda Aceh memiliki komitmen untuk mengawal sektor pendidikan agar fasilitas yang menjadi kebutuhan sekolah dapat segera diperbaiki melalui jalur anggaran.
Sementara itu, Irwansyah menekankan bahwa sarana yang layak menjadi faktor penting dalam mendorong kenyamanan dan efektivitas proses belajar-mengajar. “Beberapa fasilitas memang sudah mendesak untuk diperbaiki. Aspirasi sekolah ini akan kita perjuangkan melalui pokok-pokok pikiran hasil reses, sehingga perbaikan bisa direalisasikan pada anggaran 2026,” jelasnya.
Kunjungan ini juga melibatkan Kepala Bidang SD dan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, menunjukkan sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam meningkatkan layanan pendidikan.
Musriadi dan Irwansyah berharap, dengan perbaikan sarana dan prasarana, sekolah-sekolah di Ulee Kareng dapat menjadi lingkungan belajar yang lebih representatif, aman, dan nyaman. Kondisi ini diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan serta memotivasi siswa-siswi untuk belajar lebih optimal.
“Langkah ini bukan sekadar renovasi fisik, tetapi investasi jangka panjang bagi pendidikan Kota Banda Aceh. Lingkungan belajar yang baik akan mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan siap bersaing,” tutup Musriadi. [adv]
