Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Daerah Pemilihan (Dapil I), Tati Meutia Asmara SKH MSi menampung keluhan masyarakat, saat melakukan reses perdana di dua lokasi terpisah yaitu di Gampong Lamreung, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar dan Gampong Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh pada Selasa (25/2/2025).
Pernyataan itu disampaikan oleh ratusan kaum ibu dalam pertemuan, di antaranya persoalan sampah, lapangan kerja, hingga permasalahan LGBT, HIV, hingga perceraian.
“Sangat prihatin sampah-sampah sampai 3 bahkan 7 hari baru diambil, padahal pengutipan iuran tidak lebih tanggal 5 setiap bulannya,” ungkap, Tati Meutia Asmara SKH mengutip pernyataan salah satu warga Punge Blang Cut.
Selain itu Kata Dia, dalam kesempatan itu, pelaku usaha juga mengeluhkan kondisi ekonomi saat ini yang sulit. Para pelaku UMKM meminta pemerintah membantu alat usaha dan pelatihan wirausaha agar mereka bisa mandiri.
“Mereka juga mengusul agar pemerintah menyediakan galeri UMKM khusus perempuan yang bisa menampung usaha kaum perempuan,” ujar Tati Meutia Asmara.
Selain itu Kata Dia, warga juga mempertanyakan kasus LGBT dan HIV yang kian meresahkan di Aceh. Warga berharap pemerintah melakukan pencegahan sejak dini, salah satu caranya membekali pasangan calon pengantin serta memberi pendidikan reproduksi bagi kaum remaja.
“InsyaAllah saya akan memperjuangkan semua aspirasi dari bapak ibu semua saat rapat dengan pemerintah. Tentu akan disesuaikan dengan kondisi keuangan Aceh saat ini,” papar Tati Meutia Asmara. [Parlementaria].
