BANDA ACEH – Sekretaris Komisi II DPRK Banda Aceh sekaligus politisi Partai Demokrat, Keuchik Arifin, menegaskan pentingnya layanan listrik yang stabil selama bulan suci Ramadhan. Ia meminta PT PLN (Persero) Wilayah Aceh memastikan tidak ada pemadaman listrik yang mengganggu aktivitas ibadah dan kebutuhan masyarakat.
Menurut Arifin, Ramadhan membutuhkan dukungan penuh fasilitas listrik, mulai dari penerangan masjid, persiapan sahur, hingga pelaksanaan ibadah malam seperti tarawih dan tadarus Al-Qur’an. Pemadaman listrik di saat-saat krusial, kata dia, bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu fokus beribadah.
“Ramadhan harus menjadi bulan pelayanan terbaik PLN, bukan momen pemadaman yang merugikan masyarakat. Jangan sampai PLN justru dianggap musuh publik karena listrik padam pada waktu-waktu penting,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Arifin juga menekankan perhatian khusus pada wilayah rawan bencana. Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan vital, terutama di daerah yang rentan bencana alam. “Di daerah rawan bencana, tidak ada alasan untuk pemadaman listrik. PLN harus hadir sebagai solusi, bukan menambah kesulitan masyarakat,” tegasnya.
Politisi Demokrat ini mendorong PLN Aceh menyiapkan langkah antisipatif sejak awal, termasuk pengecekan jaringan, perawatan infrastruktur, serta menyiagakan petugas teknis selama 24 jam penuh agar gangguan bisa diminimalkan.
Selain itu, Arifin meminta koordinasi intensif antara PLN, pemerintah daerah, dan DPRK Banda Aceh. Tujuannya agar pelayanan listrik lebih stabil dan respons terhadap gangguan lebih cepat, sehingga masyarakat bisa beribadah dengan tenang.
“Kami akan terus mengawasi kinerja PLN. Harapan kami, Ramadhan tahun ini berlangsung lancar, tanpa pemadaman, dan warga dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk,” pungkas Keuchik Arifin. [adv]



















