Daerah

Bupati Aceh Besar Hadiri Pembukaan Bimtek Penjamah Makanan MBG Wilayah I

gambar_whatsapp_2025-09-20_pukul_154131_bef75f771
Ukuran Font
A A 100%

KOTA JANTHO – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram) membuka dan memberikan sambutan pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Wilayah I yang digelar oleh Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN RI). Kegiatan berlangsung di The Pade Hotel, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Sabtu (20/9/2025).

Bimtek yang berlangsung selama dua hari, 20–21 September 2025, diikuti oleh 650 peserta dari 13 Satuan Pelaksana Penyaluran Gizi (SPPG) Wilayah I. Dalam sambutannya, Bupati Muharram Idris menegaskan bahwa program MBG merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

“Hari ini kita sudah menerima satu amanah yang harus kita jalankan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Program ini adalah yang pertama kali diterapkan di Indonesia dan belum pernah ada sebelumnya. Semoga pelaksanaannya berjalan efisien tanpa pemborosan anggaran,” ujarnya.

Bupati mengingatkan agar kualitas makanan yang disalurkan kepada anak-anak sekolah selalu dijaga.

“Kita sering melihat keluhan di media sosial terkait kualitas makanan. Oleh karena itu, saya berpesan kepada para penjamah agar selalu menyajikan makanan yang layak dan berkualitas. Jika ada bahan yang sudah tidak layak, sebaiknya dibuang demi keselamatan anak-anak. Jangan sampai mengikuti permintaan pimpinan atau ketua yayasan yang dapat merugikan orang lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menyinggung soal potensi kekayaan alam Indonesia yang belum dikelola maksimal dan kebocoran anggaran di BUMN serta APBN. Menurutnya, program MBG juga sejalan dengan upaya efisiensi anggaran negara sekaligus menekan angka stunting.

“Program MBG diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Indonesia, sehingga target Generasi Emas 2045 dapat tercapai. Selain itu, program ini juga membuka lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Bidang Penyediaan dan Penyaluran Makanan MBG Wilayah I, Wahyu Widisentyanta, mengatakan bahwa Bimtek bertujuan meningkatkan kompetensi para penjamah makanan agar dapat memberikan pelayanan terbaik.

“Bimtek ini memberikan bekal agar peserta memiliki gambaran jelas dalam menjalankan tugasnya sehingga pelayanan kepada anak-anak dapat berjalan optimal,” jelas Wahyu.

Ia juga menegaskan pentingnya aspek sosial program MBG sebagai pemberi asupan gizi bagi anak sekolah.

“Ke depan, proses perekrutan penjamah makanan akan dilakukan secara cepat agar program tidak tertunda. Selain itu, para penjamah akan didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Wahyu menjelaskan, pelaksanaan MBG dilakukan dengan tiga pola, yaitu melalui anggaran APBN dengan kerja sama BGN dan instansi daerah, pola mandiri melalui kerja sama BGN dengan instansi daerah, serta SPPG Mandiri yang dilakukan perorangan atau yayasan bermitra dengan BGN.

Pembukaan Bimtek juga dihadiri perwakilan Dinas Ketenagakerjaan Aceh, BPOM Aceh, Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar Neli Ulfiati, SKM, MPH, para ahli gizi, SPPG, dan relawan MBG. (ADV)