Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan atas langkah simpatik dan penuh empati dalam menertibkan pelanggar syariat Islam. Anggota DPRK Banda Aceh, Royes Ruslan, menilai pendekatan humanis yang dilakukan Illiza adalah bentuk penegakan aturan yang tidak hanya menindak, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.
Dalam razia yang digelar Senin malam lalu, Illiza memimpin langsung tim Satpol PP WH Kota Banda Aceh dan berhasil mengamankan enam pasangan nonmuhrim. Namun, yang menjadi sorotan adalah cara Illiza bersikap setelah mereka diamankan. Ia tidak langsung menghakimi, melainkan menggali lebih jauh apa yang sebenarnya mendorong para pelanggar melakukan pelanggaran terhadap syariat Islam.
Royes memberikan apresiasi kepada Illiza atas langkah-langkahnya dalam menertibkan pelanggar syariat Islam di Kota Banda Aceh. “Penertiban yang dilakukan penuh nuansa simpatik, humanis, dan berbeda dari biasanya. Ini sangat patut kita beri dukungan,” ujar Royes, Rabu, (16/04/2025).
Menurut Royes, pendekatan seperti ini sudah lama dinanti dan memberikan warna baru dalam pelaksanaan syariat Islam di Banda Aceh. Ia menilai bahwa fenomena pelanggaran syariat ini seharusnya menjadi cerminan bahwa masih ada hal-hal yang belum berjalan sesuai harapan dalam pemerintahan maupun di ranah legislatif.
Royes juga menyarankan agar ke depan pendekatan humanis ini tidak hanya berhenti pada proses penertiban semata. Ia mendorong adanya layanan konsultasi atau pendampingan sosial bagi generasi muda maupun masyarakat yang mengalami persoalan sosial dan moral.
Dengan demikian, akar masalah dapat diketahui lebih dini dan pencegahan bisa dilakukan secara sistematis. “Kita perlu menyediakan ruang konseling, edukasi, atau bahkan forum-forum diskusi. Jangan sampai generasi muda kita kehilangan arah dan terjerumus ke dalam pelanggaran syariat,” ujarnya.
Royes optimistis bahwa dengan langkah-langkah yang sedang dijalankan, pelanggaran serupa bisa berkurang secara bertahap. “Kalau pun terjadi lagi pelanggaran-pelanggaran di masa depan, setidaknya kita sudah siap dengan solusi yang telah dirancang,” jelas Royes.
Sikap Illiza yang lebih memilih dialog ketimbang langsung menghukum menunjukkan bahwa pelaksanaan syariat Islam di Banda Aceh bisa berjalan sejalan dengan nilai-nilai kasih sayang dan pembinaan. Langkah-langkah seperti ini diyakini akan memberi dampak jangka panjang yang positif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
