Banda Aceh – Pasokan aliran listrik selama bulan Ramadan 1446 H dipastikan aman. Sementara Dewan mengingatkan agar PLN dilarang melakukan pemadaman listrik selama Ramadan, selain harus meningkatkan kesiapsiagaan dengan membentuk pos siaga 24 jam, menyediakan genset serta UPS mobile, dan memastikan seluruh peralatan pendukung dalam kondisi optimal.
“Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah gangguan listrik yang bisa mengganggu aktivitas ibadah masyarakat,”kata Ketua Komisi III DPRA Hj. Aisyah Ismail (Kak IIN) dalam diskusi interaktif yang digelar RRI Banda Aceh, Senin (3/3/2025).
Diskusi ini menghadirkan General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Ketua Komisi III DPRA Hj. Aisyah Ismail (Kak IIN), serta pengamat kelistrikan untuk membahas kesiapan PLN dalam memastikan listrik tetap stabil selama masyarakat menjalankan ibadah.
“PLN telah melakukan berbagai persiapan untuk menjamin pasokan listrik tetap andal, terutama pada waktu-waktu krusial seperti sahur dan berbuka puasa,” tegasnya.
Dengan beroperasinya PLTMG Arun yang memasok 50% kebutuhan listrik Aceh dan PLTU Nagan Raya yang menopang wilayah Barat Selatan, Aceh kini memiliki kapasitas daya mencapai 553 MW, bahkan dengan surplus yang dapat disuplai ke provinsi lain di Sumatera.
Komisi III DPRA menegaskan agar PLN tidak melakukan pemadaman listrik selama Ramadan. PLN diminta meningkatkan kesiapsiagaan dengan membentuk pos siaga 24 jam, menyediakan genset serta UPS mobile, dan memastikan seluruh peralatan pendukung dalam kondisi optimal.
“Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah gangguan listrik yang bisa mengganggu aktivitas ibadah masyarakat,” paparnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR Aceh, Hj. Aisyah Ismail, yang akrab disapa Kak Iin, mengungkapkan rasa puas atas kinerja PT PLN dalam menjaga kestabilan kelistrikan di Aceh. Hal ini disampaikannya usai rapat koordinasi bersama pihak PT PLN di ruang rapat Komisi III DPRA pada Senin, 6 Januari 2024.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi III DPRA dan PT PLN sepakat untuk terus memperkuat kerja sama yang telah terjalin guna memastikan pelayanan listrik di Aceh tetap optimal. Kak Iin menyebut bahwa kondisi kelistrikan di Aceh saat ini sudah sangat baik dan menjadi salah satu pencapaian penting yang patut diapresiasi.
“Kita melihat selama ini kondisi kelistrikan di Aceh sudah sangat bagus. Bahkan, tiga agenda besar pada tahun 2024, yaitu PON, Pemilu, dan Pilkada, berlangsung tanpa adanya gangguan kelistrikan atau pemadaman listrik. Ini kemajuan yang luar biasa,” ujar Kak Iin.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada PT PLN yang mampu menjaga kestabilan pasokan listrik di seluruh wilayah Aceh. Menurutnya, kondisi ini menjadi peluang besar bagi Aceh untuk menarik lebih banyak investasi di berbagai sektor.
“Alhamdulillah, PLN sudah memberikan pelayanan terbaik. Kami harap ini terus berlanjut ke depan,” tambahnya.
Kak Iin menegaskan bahwa kestabilan kelistrikan adalah salah satu faktor utama yang mendukung masuknya investasi ke Aceh. Dengan pasokan listrik yang andal, Aceh siap melayani kebutuhan investor yang ingin menanamkan modalnya di daerah ini.
“Kebutuhan listrik adalah salah satu indikator penting bagi investor. Jika listrik memadai, investasi akan lebih mudah masuk. Ini menjadi peluang untuk memperbaiki perekonomian Aceh,” katanya.
Selain kondisi kelistrikan, Kak Iin juga menyoroti keamanan Aceh yang saat ini dinilai kondusif. Menurutnya, dengan kepemimpinan yang solid di tingkat provinsi, Aceh memiliki peluang besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Keamanan Aceh sudah sangat baik, dan kepemimpinan kita di tingkat provinsi juga kuat. Sekarang adalah saat yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat Aceh,” tutupnya. [Parlementaria]
















