Advertorial

DPRA Ingatkan PLN Hindari Pemadaman Listrik Selama Ramadan

7
Ukuran Font
A A 100%

Banda Aceh – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mendesak PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan pasokan listrik di seluruh Aceh tetap stabil selama masyarakat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Anggota Komisi III DPRA, Nurchalis, mengatakan PLN harus siaga dan mengantisipasi potensi lonjakan beban listrik menjelang dan selama bulan suci.

“Kami minta PLN siaga dan antisipatif menghadapi lonjakan beban listrik menyambut bulan suci Ramadan,” kata Nurchalis, Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, Ramadan memiliki nilai sakral yang tinggi bagi masyarakat Aceh. Aktivitas ibadah berlangsung hampir sepanjang hari hingga malam, sehingga ketersediaan listrik yang stabil menjadi kebutuhan utama.

“Ibadah harus tanpa gangguan. Aktivitas ibadah di Aceh berlangsung hampir 24 jam, dan listrik wajib stabil,” ujarnya.

Selain aspek keagamaan, Nurchalis menilai Ramadan juga mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, khususnya pada sektor kuliner dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan konsumsi listrik di berbagai daerah.

“PLN harus menjaga pasokan listrik untuk sektor kuliner dan UMKM selama bulan suci Ramadan,” tegas Ketua Fraksi Partai NasDem DPRA itu.

Ia juga meminta PLN menyiapkan langkah antisipatif sejak dini, mulai dari pemeriksaan dan perbaikan teknis jaringan hingga mitigasi potensi gangguan.

“PLN harus memastikan seluruh unit pembangkit listrik di kabupaten dan kota siap operasional,” katanya.

Komisi III DPRA berharap tidak ada pemadaman listrik selama Ramadan, kecuali dalam kondisi darurat yang tidak dapat dihindari.

“Kami menuntut tidak ada pemadaman selama Ramadan, kecuali dalam kondisi force majeure,” pungkasnya. [Parlementaria].