Ekonomi

DPRK Usulkan Reaktivasi BASAJAN untuk Perkuat Daya Saing Ekonomi Kawasan

22
Ukuran Font
A A 100%

BANDA ACEH – DPRK Banda Aceh mendorong Pemerintah Kota agar menghidupkan kembali kemitraan regional BASAJAN sebagai strategi pembangunan ekonomi terintegrasi. Gagasan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi Aswad, yang menilai kolaborasi lintas daerah menjadi kunci menghadapi tantangan pertumbuhan dan persaingan kawasan.

BASAJAN merupakan akronim dari Banda Aceh, Sabang, dan Aceh Besar—tiga wilayah yang secara geografis dan historis memiliki keterkaitan erat dalam sektor pariwisata, perdagangan, dan mobilitas masyarakat. Kemitraan ini pertama kali digagas pada 2008 sebagai model kerja sama pembangunan terpadu.

Musriadi menilai, dalam konteks kekinian, penguatan kembali BASAJAN relevan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis kolaborasi. Menurutnya, masing-masing daerah memiliki keunggulan komparatif yang jika diintegrasikan akan membentuk ekosistem pembangunan yang saling melengkapi.

“Banda Aceh berperan sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, dan wisata religi. Sabang memiliki daya tarik wisata bahari kelas internasional, sementara Aceh Besar kaya potensi alam dan ruang pengembangan kawasan. Jika disinergikan, ini akan menjadi kekuatan ekonomi kawasan yang signifikan,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Ia menekankan bahwa pembangunan sektor pariwisata tidak dapat berjalan secara parsial. Diperlukan integrasi perencanaan, promosi terpadu, serta konektivitas infrastruktur yang memadai agar wisatawan memperoleh pengalaman destinasi yang utuh dalam satu kawasan.

Selain pariwisata, Musriadi juga menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM sebagai bagian dari ekosistem BASAJAN. Kolaborasi lintas daerah dinilai mampu membuka akses pasar yang lebih luas, menarik investasi, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Menurutnya, penguatan kemitraan ini perlu disertai regulasi yang jelas, perencanaan jangka menengah dan panjang, serta komitmen politik dari seluruh kepala daerah. Tanpa kerangka kebijakan yang konkret, kerja sama hanya akan menjadi simbol tanpa dampak nyata.

“Kerja sama regional harus berbasis program yang terukur, bukan sekadar seremoni. Kita ingin BASAJAN menjadi motor penggerak ekonomi kawasan, bukan hanya jargon,” tegasnya.

DPRK Banda Aceh, lanjut Musriadi, siap memberikan dukungan kebijakan sepanjang inisiatif tersebut berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan daya saing daerah. Ia berharap reaktivasi BASAJAN dapat memperkuat posisi Banda Aceh sebagai gerbang utama pariwisata Aceh sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi yang terintegrasi di wilayah barat Indonesia. [adv]