Ekonomi

Kabupaten Pidie Ditargetkan Proyek Pilot Bawang Merah Untuk Menekan Angka Inflasi

IMG-20230912-WA0007
Ukuran Font
A A 100%

BERITAACEH, Pidie – Pemerintah Kabupaten Pidie menargetkan pada tahun 2024 projek pilot Bawang Merah untuk menekankan inflasi. Bahkan dua tahun berturut-turut mampu menekankan angka inflasi 0,11 persen menjadi deflasi 0,3 persen.

Pj Bupati Pidie, Ir.Wahyudi Adisiswanto MSi menegaskan, untuk mempermudah projek pilot Bawang Merah, telah membuka ruang dengan Dirjen Holtikultura Kementrian Pertanian, bahkan pada tahun 2024 akan mendapatkan suntikan dana dari pihak kementerian terkait.

“Dirjen Holtikultura Kementrian Pertanian, menyambut dengan baik, akan menyisihkan anggaran pada tahun 2023 untuk membantu program bawang merah di Kabupaten Pidie serta untuk perluasan areal tanam bawang merah. Dirjen juga meminta segera membuat permohonan kebutuhan anggaran dan Gapoktan bawang merah pada Tahun 2024 di program Ketahanan Pangan,” Kata Pj Bupati Pidie, Ir.Wahyudi Adisiswanto MSi, Selasa (12/9/2023).

Kabupaten Pidie dua tahun terkahir mampu menurunkan angka inflasi tahun 2022, dari inflasi 0,11 persen menjadi deflasi 0,3 persen, yang disumbangkan dari bawang merah, pada Tahun 2023. Sementara lokasi pengembangan bawang merah di Pidie, terdapat di beberapa kecamatan, antara lain Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Grong-Grong, Pekan Baro, Batee Indrajaya dan lainnya.

“Setiap 1 hektar, bisa melibatkan 10 orang petani bawang merah dengan harapan menjadi Icon atau Komoditi Kabupaten penghasil Bawang Merah setelah Brebes dan Bima, untuk penyerapan tenaga kerja muda, stunting, kemiskinan, pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan,” ungkapnya.

Sementara program pengembangan tanam bawang merah Pidie ini, sudah dilakukan tiga tahun lalu. Namun penambahan luas areal tanamnya masih sangat lambat.

“Itu sebab perlu melakukan inovasi baru, dengan melibatkan pemerintah daerah, lembaga pendidikan tinggi, seperti USK, Kemendikti, dan dunia usaha,” paparnya.

Sementara untuk perluasan areal tanam bawang merah, sudah memerintahkan Kadistanbun Pidie bekerja sama dengan Distanbun Aceh, untuk menetapkan kawasan khusus tanam bawang merah minimal seluas 1.000 hektare.

“Program tersebut, telah dilaporkan kepada Kepala Staf Presiden Moeldoko. Dalam laporannya penetapan kawasan khusus tanam bawang merah tersebut, untuk meningkatkan volume produksi,” ungkapnya

Dia menyebutkan, ketahanan pangan komoditi bawang merah lokal, agar harganya tidak mengalami lonjakan yang cukup tinggi, melainkan stabil, menekan angka inflasi daerah, karena bawang masuk dalam satu komoditi pendorong angka inflasi, jika harganya melonjak, Pj Bupati Pidie, Ir.Wahyudi Adisiswanto MSi, ucap