Advertorial

Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Arsitek pada Musprov IAI Aceh

8
Ukuran Font
A A 100%

BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, membuka Musyawarah Provinsi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Aceh yang digelar di Hotel Hermes Palace, Jumat (6/2/2026). Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan arsitek dalam proses pembangunan, khususnya di wilayah rawan bencana.

Irwansyah menyampaikan, peran arsitek tidak sebatas perancang bangunan, melainkan mitra strategis dalam merumuskan konsep tata ruang, hunian, serta desain kawasan yang adaptif terhadap risiko bencana. Menurutnya, momentum rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh harus diiringi dengan perencanaan yang matang dan berbasis keilmuan.

“Pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota perlu melibatkan arsitek secara aktif, terutama dalam merancang hunian tetap dan kawasan yang aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia mencontohkan pentingnya desain rumah tahan banjir maupun konsep permukiman yang sesuai dengan karakter geografis Aceh. Selain itu, kawasan terdampak bencana yang hingga kini belum sepenuhnya pulih, seperti wilayah berlumpur, dinilai perlu dikaji ulang dari sisi tata ruang dan kelayakan huni.

Irwansyah yang juga menjabat Ketua IKA Arsitektur Universitas Syiah Kuala menilai, komunikasi antara Pemerintah Aceh dan IAI perlu diperkuat agar ide, desain, serta gagasan arsitek dapat terintegrasi dalam kebijakan pembangunan.

Dalam sambutannya, ia juga menyinggung sejarah panjang Aceh yang sarat dengan dinamika konflik dan bencana, mulai dari masa penjajahan, konflik bersenjata, hingga bencana alam seperti tsunami dan gempa bumi. Menurutnya, ketahanan masyarakat Aceh telah teruji, sehingga pembangunan pascabencana harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

“Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan para arsitek, menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan berjalan terarah, manusiawi, dan berkelanjutan,” katanya.

Musprov IAI Aceh diawali dengan seminar kebencanaan yang menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Budi Pradono dari STAR Arsitek Indonesia, Gayuh Budi Utomo dari Satgas Bencana IAI, serta Winardi Aramiko dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA). Selain itu, pameran karya arsitektur bertema kebencanaan turut digelar selama dua hari, 6–7 Februari 2026.

Agenda utama musyawarah tersebut adalah pemilihan Ketua IAI Aceh. Dalam sidang pleno, Ar Said Husain IAI kembali dipercaya memimpin organisasi profesi itu untuk periode berikutnya.

Irwansyah berharap kepengurusan baru dapat memperkuat sinergi dengan legislatif dan eksekutif, guna mewujudkan tata kota Banda Aceh dan wilayah Aceh yang lebih tertata, aman, dan berkelanjutan. [adv]