BANDA ACEH — Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah meminta Pemerintah Kota Banda Aceh memberikan penghargaan yang layak kepada para kafilah asal Banda Aceh yang berhasil mengukir prestasi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Semarang.
Menurut Irwansyah, penghargaan tidak cukup hanya berupa ucapan selamat. Pemerintah perlu memberikan bonus yang layak, mempertimbangkan beasiswa bagi peserta yang masih berstatus pelajar, serta menyiapkan penyambutan bagi para kafilah saat kembali ke Banda Aceh.
“Dengan penuh haru dan kebanggaan, kami menyampaikan apresiasi kepada kafilah MTQ Aceh yang telah menorehkan prestasi terbaiknya di MTQ Nasional Semarang. Setelah sekian lama, kita akhirnya bisa kembali masuk empat besar,” kata Irwansyah.
Ia juga meminta Pemerintah Aceh memberikan perhatian khusus kepada seluruh anggota kafilah yang telah membawa nama Aceh ke tingkat nasional. Menurut dia, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan dan perjuangan yang patut diapresiasi.
“Prestasi ini tidak main-main. Ini membanggakan dan patut dihargai serta diapresiasi setimpal. Apakah bonus umrah, bonus dana, atau mungkin kesempatan lapangan kerja yang lebih mudah bagi mereka,” ujarnya.
Bangga pada Kafilah Banda Aceh
Secara khusus, Irwansyah mengapresiasi prestasi dua anggota kafilah yang berasal dari Banda Aceh.
Salah satunya Habibul Hamiz, warga Tibang, yang berhasil meraih juara II cabang tilawah anak-anak.
Irwansyah juga menyampaikan apresiasi kepada Kayyisa Farras, anggota Fahmil Quran Putri, yang turut mengantarkan Aceh meraih juara I nasional pada cabang tersebut.
Prestasi Kayyisa dinilai memiliki catatan tersendiri karena cabang Fahmil Quran Putri telah diperlombakan selama sekitar 45 tahun. Kayyisa merupakan putri Kepala KUA Kuta Alam Banda Aceh, Ustaz Martoni, dan berdomisili di Pango Deah, Ulee Kareng.
“Selamat kepada ananda Habibul Hamiz dan Kayyisa Farras, serta seluruh kafilah lainnya yang telah mengharumkan nama Aceh di pentas nasional. Semoga Allah memberkahi semuanya, meninggikan derajat, serta memudahkan dan melapangkan segala urusan dan usaha mereka,” kata Irwansyah.
Ia berharap pemerintah tidak berhenti pada pemberian bonus. Bagi peserta yang masih menempuh pendidikan, beasiswa dapat menjadi bentuk penghargaan sekaligus dukungan agar mereka dapat terus mengembangkan kemampuan.
“Saya ingin mengucapkan selamat datang kembali ke Banda Aceh kepada para kafilah. Kita berharap, ketika mereka kembali nanti, pemerintah dapat memberikan penghormatan dan penyambutan yang layak,” ujarnya.
Pembinaan Harus Berkelanjutan
Irwansyah juga meminta Pemko Banda Aceh menjadikan prestasi MTQ Nasional tersebut sebagai momentum memperkuat pembinaan kafilah secara berkelanjutan.
Menurut dia, pembinaan tidak boleh dilakukan hanya menjelang pelaksanaan MTQ. Pemerintah perlu menyiapkan program pembinaan jangka panjang dengan dukungan dewan pelatih yang berkualitas.
“Pembinaan berkelanjutan harus dilakukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh, dengan berkolaborasi bersama dewan pelatih yang berkualitas. Tenaga pelatih yang kompeten bisa kita cari dan rekrut agar prestasi kafilah ke depan semakin meningkat,” katanya.
Ia berharap prestasi Banda Aceh pada MTQ Aceh mendatang juga dapat meningkat. Setelah sebelumnya meraih posisi juara II, Banda Aceh ditargetkan mampu bersaing untuk meraih juara umum.
Bagi Irwansyah, bonus, beasiswa, pembinaan dan penghormatan kepada kafilah bukan sekadar bentuk apresiasi atas prestasi yang telah diraih, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembinaan generasi yang memiliki kemampuan di bidang Al-Quran. [Adv]
