News

Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Inisiasi Program Asupan Gizi bagi Anak

IMG-20260814-WA0103
Ukuran Font
A A 100%

BANDA ACEH — Upaya memperkuat pemenuhan gizi anak di tingkat gampong mulai diarahkan tidak hanya pada layanan kesehatan, tetapi juga pada edukasi keluarga dan dukungan asupan nutrisi. Langkah itu diinisiasi Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh melalui kegiatan Sosialisasi dan Pemberian Asupan Nutrisi bagi Anak 2026 yang dilaksanakan melalui program Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Serba Guna Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Kamis, 13 Agustus 2026. Sebanyak 50 anak mengikuti kegiatan yang digelar bersamaan dengan agenda rutin Posyandu dan didampingi orang tua masing-masing.

Program serupa direncanakan berlanjut di sejumlah gampong lain di Kecamatan Kuta Alam. Pola ini diharapkan membuat edukasi mengenai pemenuhan gizi anak lebih dekat dengan keluarga sekaligus memperkuat peran Posyandu sebagai ruang pelayanan dan edukasi kesehatan masyarakat.

Dokter Putri Kartika Listya, Sp.KKLP, yang menjadi narasumber, memberikan pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Materi tersebut menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi sejak usia dini.

Kepala Puskesmas Kuta Alam, drg. Lia Silvianty Nasty, Keuchik Gampong Beurawe Amiruddin, Ketua TP PKK Gampong Beurawe, tokoh masyarakat, serta kader Posyandu turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid, mengatakan edukasi mengenai gizi seimbang perlu terus diperkuat karena keluarga memiliki peran besar dalam menentukan pola konsumsi anak. Menurut dia, ibu dan keluarga menjadi bagian penting dalam memastikan makanan yang dikonsumsi anak memenuhi kebutuhan nutrisi.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami di DPRK Banda Aceh untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang baik sejak dini. Nutrisi yang seimbang akan mencegah stunting, meningkatkan kecerdasan, dan membangun daya tahan tubuh anak-anak kita,” kata Farid.

Ketua DPD PKS Kota Banda Aceh itu mengatakan, pengenalan program pengadaan asupan nutrisi anak hingga tingkat gampong diharapkan dapat memperluas akses keluarga terhadap makanan bergizi.

Menurut Farid, intervensi pemenuhan gizi tidak cukup dilakukan secara parsial. Edukasi, dukungan asupan nutrisi, pelayanan Posyandu, serta keterlibatan pemerintah dan masyarakat perlu berjalan beriringan agar upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berharap program pengadaan nutrisi yang kami inisiasi ini benar-benar menyentuh keluarga di tingkat gampong. Harapannya anak-anak dapat lebih mudah memperoleh dukungan nutrisi yang sesuai standar kesehatan, sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih merata dan berkelanjutan,” ujar Farid.

Kegiatan di Gampong Beurawe menjadi bagian dari upaya mendekatkan agenda pemenuhan gizi dengan masyarakat. Pelibatan kader Posyandu, tenaga kesehatan, aparatur gampong, orang tua, dan tokoh masyarakat dinilai penting agar pesan mengenai gizi anak tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi.

Ke depan, keberlanjutan program dan cakupan penerima manfaat menjadi bagian penting untuk memastikan inisiatif tersebut memberikan dampak nyata. Kolaborasi antara DPRK, Pemerintah Kota Banda Aceh, fasilitas kesehatan, pemerintah gampong, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing.

Bagi keluarga, pemenuhan gizi anak pada akhirnya bukan hanya persoalan makanan, tetapi juga investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.[adv]