Headline

KLH RI Tinjau Bank Sampah Nibong Baroh, Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Desa

IMG_20260331_192322_225
Ukuran Font
A A 100%

Lhoksukon – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Kabupaten Aceh Utara, melakukan kunjungan kerja ke Bank Sampah Mandiri di Gampong Nibong Baroh, Kecamatan Nibong, Selasa (31/3/2026).

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pemantauan fasilitas pengelolaan sampah di tingkat desa, sekaligus mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Pengelolaan sampah di tingkat desa dinilai menjadi kunci dalam mengurangi timbulan sampah, salah satunya melalui pembentukan dan pengembangan bank sampah.

Perwakilan Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan, Kebijakan Wilayah dan Sektor (Dit. PDLKWS) KLH/BPLH, Rizki Hasna P.M dan Nafila Adinda Putri, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Bank Sampah Mandiri di Gampong Nibong Baroh.

Mereka menilai keberadaan bank sampah tersebut merupakan langkah positif yang dapat menjadi contoh bagi desa lain, terutama dalam mendorong pemilahan sampah sejak dari sumber.

“Bank sampah tidak hanya berperan dalam pengelolaan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, bank sampah ini diharapkan terus berkembang, baik dari sisi kelembagaan maupun partisipasi warga, sehingga mampu memperluas layanan serta memberikan dampak lebih besar terhadap pengurangan sampah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kedatangan rombongan KLH/BPLH dan DLHK Aceh Utara disambut langsung oleh pemerintah desa serta pengurus Bank Sampah Mandiri Nibong Baroh.

Dalam kesempatan tersebut, Geuchik Nibong Baroh, Razali, memaparkan sistem pengelolaan sampah yang telah berjalan, termasuk manfaat yang dirasakan masyarakat sejak hadirnya bank sampah di desa tersebut.

Ia menjelaskan, Bank Sampah Mandiri Nibong Baroh mulai digagas pada 2024 dan mulai berjalan pada 2025, dengan pendampingan serta dukungan dari PT Pema Global Energi (PGE) dan Rumah Zakat Indonesia.

“Saat ini kami juga sedang mempersiapkan legalitas kepengurusan agar pengelolaan bank sampah dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemerintah Desa Nibong Baroh turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut, yang dinilai menjadi bentuk perhatian sekaligus pengakuan terhadap keberadaan bank sampah di desa mereka.

Ke depan, pengurus bank sampah dan pemerintah desa berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah maupun lembaga terkait, baik berupa bantuan peralatan maupun pelatihan, guna meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat.