BERITAACEH, Banda Aceh | Pemerintah Kota Banda Aceh menunjukkan pemberian harapan palsu (PHP) ke sejumlah Atlit yang bertarung pada PORA XIV di Pidie. Sebelum bertarung Pemkot Banda Aceh berjanji akan memberikan bonus Rp 20 juta kepada atlet yang berhasil meraih medali emas di PORA XIV Pidie.
Anehnya hingga satu tahun lebih paska PORA XIV di Pidie belum menerima bonus. Kabarnya Pemkot Banda Aceh tak punya anggaran untuk melunasi bonus para Atlit, bernatkah?.
Pelatih Cabang olah raga (Cabor) Muaythai Kota Banda Aceh Marwan menjelaskan, sebelum PJ Walikota Banda Aceh Bakrie Sidiq berjanji akan memberikan bunos Rp. 20 juta. Anehnya hingga setahun lebih paska PORA di Kabupaten Pidie belum menerima bonus.
“Seharusnya harus dibayar setelah PON,” katanya, Senin, 25 Desember 2023.
Dia menyebutkan, sebelumnya telah dibahas bersama Pemkot Banda Aceh. Dalam pembahasan itu Pemkot hanya mampu membayar lima juta. Namun tawaran itu ditolak tidak sesuai dengan komitmen.
“Kami menolak. Kerena tidak sesuai dengan perjanjian awal,” tegasnya.
Dia menjelaskan, dalam pertemuan itu, Pemkot Banda Aceh memperjelas, bahwa anggaran yang disediakan bonus untuk Atlit ternyata telah digunakan untuk membayar utang. Disebabkan Pemkot Banda Aceh mengalami defisit anggaran.
“Seandainya Pemkot ingkar janji, pasti Atlit tidak tak ada yang bertanding,” ungkapnya, dengan nada kecewa.
Terkait pernyataan pelatih Cabor Muaythai Kota Banda Aceh, hingga berita ini ditayangkan belum berhasil mengkonfimasi Kabag Prokopim Setdako Banda Aceh Aulia R Putra.
Seperti yang dulu beritakan Serambinews.com, Pj Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq akan memberikan bonus Rp 20 juta kepada atlet yang berhasil meraih medali emas di PORA XIV Pidie.
Hal itu disampaikan Bakri Siddiq saat upacara pelepasan Kontingen Banda Aceh menuju Pidie, Jumat (9/12/2022) pagi di Balai Kota Banda Aceh.
Sebanyak 600-an atlet, pelatih, dan official Banda Aceh dilepas oleh Bakri Siddiq bersama Ketua KONI Banda Aceh, Hamdani Basyah, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto. Sebagian besar cabang olahraga akan mulai bertanding, Sabtu (10/12/2022).
Di hadapan para atlet yang akan bertanding, Bakri Siddiq mengatakan, Pemko Banda Aceh akan memberikan bonus sebesar Rp 20 juta untuk atlet yang mampu meraih medali emas.
“Atlet yang berhasil meraih medali emas di PORA XIV ini, InsyaAllah akan saya berikan bonus berupa uang Rp 20 juta,” ujar Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq yang disambut tepuk tangan para atlet.
Besaran bonus tersebut meningkat dari PORA XIV sebelumnya di Jantho, yang saat itu hanya sebesar Rp 10 juta.
Katanya, pemberian bonus itu sebagai bentuk dukungan dari Pemko Banda Aceh kepada para atlet.
Kepada para atlet, Pj Wali Kota meminta supaya mereka berjuang dengan penuh semangat membawa nama Banda Aceh. Serta harus menjaga sportivitas sebagai atlet profesional.
“Selamat bertanding, kobarkan semangat juang dan keluarkan seluruh kemampuan yang kalian miliki, ” pinta Pj Wali Kota.
Sementara Ketua KONI Banda Aceh, Hamdani Basyah menyampaikan, dalam PORA XIV yang berlangsung di Pidie ini, Banda Aceh mengirimkan 600-an atlet, pelatih, dan official.
Mereka akan bertanding di 33 cabang olahraga. Dengan ratusan atlet dan berkompetisi di 33 cabang, kata Hamdani, Banda Aceh berpeluang meraih juara umum ajang olahraga terbesar di Aceh itu.
Untuk diketahui, saat ini Banda Aceh masih memuncaki klasemen sementara PORA Pidie dengan torehan 13 emas.
Medali itu disumbangkan oleh dua Cabor yang sudah menyelesaikan pertandingan, yaitu Wushu yang meraih sembilan medali emas dan taekwondo yang meraih empat medali emas.
Untuk, Jumat (9/12/2022), Banda Aceh kembali menambah dua medali perunggu dari Cabor Tarung Derajat.
Skuad Futsal Banda Aceh juga melaju ke final usai menaklukkan Aceh Utara 8-6 di GOR Alun-alun Sigli. Di final, akan bertemu dengan Aceh Selatan.




