Jakarta – Harga emas dunia menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada perdagangan terbaru, Jum’at, 2 Januari 2026.
Di India, harga emas tercatat mengalami kenaikan dan mencapai sekitar 12.650 per gram.
Berdasarkan data FXStreet, angka ini lebih tinggi dibandingkan harga pada hari sebelumnya, seiring meningkatnya minat beli di pasar domestik.
Sementara itu, di pasar global, harga emas berjangka masih bergerak fluktuatif menjelang pergantian tahun.
Di Amerika Serikat, harga emas tercatat mengalami penurunan tipis dan ditutup di kisaran USD 4.312 per troy ounce pada akhir perdagangan tahun 2025.
Tekanan tersebut mencerminkan aksi ambil untung investor setelah reli harga yang cukup panjang.Kontrak emas di pasar berjangka juga sempat terkoreksi sekitar 0,8 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Koreksi ini dinilai masih wajar dan menunjukkan adanya penyesuaian harga dalam jangka pendek di tengah ketidakpastian pasar global.
Di dalam negeri, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) turut mengalami penurunan pada akhir Desember 2025.
Harga emas ukuran 1 gram tercatat berada di kisaran Rp2,5 juta, turun sekitar Rp95.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Penurunan ini mengikuti tren pergerakan harga emas global.Meski demikian, secara umum pasar emas masih menunjukkan kinerja positif.
Sepanjang tahun 2025, harga emas mencatat kenaikan tahunan yang signifikan, meskipun terjadi koreksi di akhir tahun.
Permintaan emas tetap kuat, terutama dari investor yang menjadikan emas sebagai aset lindung nilai atau safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.
















