Narasumber, Dr Raihan Iskandar didampingi Kepala SMAN 1 Juli, Rahmawati sedang menyampaikan materi seminar parenting kepada orang tua siswa.
BIREUEN | SMA Negeri 1 Juli menggelar Seminar Parenting School bertema “Mensinergikan Peran Sekolah dan Orang Tua dalam Pendidikan Anak” di Laboratorium Multimedia sekolah setempat, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri orang tua/wali siswa kelas X, XI, dan XII dengan partisipasi tinggi. Seminar dibuka langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Juli, Rahmawati.
Dalam sambutannya, Rahmawati menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali murid yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan pemberian terbaik orang tua kepada anak.
“Melalui forum ini, kami berharap terjalin kolaborasi yang semakin kuat dalam membina generasi yang berkarakter, berprestasi, serta memiliki akhlak mulia,” ujarnya.
Sebagai narasumber utama, panitia menghadirkan Raihan Iskandar, akademisi dan tokoh pendidikan Aceh. Ia menyelesaikan pendidikan S-1 di Universitas Imam Ibnu Saud (LIPIA) Jakarta, meraih gelar Magister Manajemen di Universitas Syiah Kuala, serta menempuh studi doktoral Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta.
Saat ini, Raihan menjabat sebagai Pimpinan Dayah Athiyah Lembah Seulawah, Aceh Besar, serta dosen di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen. Ia juga pernah menjadi anggota DPR RI Komisi X yang membidangi pendidikan.
Rahmawati mengatakan, dalam seminar tersebut turut diperkenalkan sejumlah program pendukung untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Program itu meliputi peningkatan kehadiran serta partisipasi wali murid dalam kegiatan sekolah, pengembangan pola parenting remaja yang relevan dengan tantangan zaman, serta optimalisasi peran wali kelas sebagai penghubung komunikasi antara sekolah dan keluarga.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Para orang tua memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait pola asuh di era modern. Sejumlah peserta berharap seminar serupa dapat dilaksanakan secara rutin guna memperkaya pemahaman dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Rahmawati menegaskan pentingnya komunikasi berkelanjutan antara wali murid, guru, dan wali kelas agar perkembangan akademik maupun karakter siswa dapat dipantau bersama.
“Sinergi yang selama ini telah terjalin dengan baik diharapkan semakin diperkuat melalui forum-forum edukatif seperti seminar parenting ini,” tegasnya.
Sementara itu, Raihan Iskandar dalam pemaparannya menekankan bahwa hakikat utama kehidupan manusia adalah beribadah kepada Allah SWT. Ia mengutip pandangan Imam Nawawi yang menyatakan bahwa dunia bukanlah tempat menetap, melainkan ibarat samudra yang harus dilalui dengan kehati-hatian.
Menurutnya, pendidikan anak harus dibangun di atas fondasi nilai keimanan dan tanggung jawab moral yang kuat. Ia juga mengingatkan bahwa anak merupakan amanah sebagaimana termaktub dalam firman Allah, “Quu anfusakum wa ahlikum naara”, yang bermakna perintah menjaga diri dan keluarga dari api neraka.
“Anak bukan sekadar milik orang tua, melainkan titipan yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya,” ujarnya.
Raihan memaparkan konsep lingkar tanggung jawab pendidikan yang mencakup peran rumah sebagai pusat penanaman nilai dan keteladanan, sekolah sebagai mitra pendamping dan penguat, serta lingkungan sebagai faktor yang turut memengaruhi karakter dan masa depan anak.
Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan hanya dapat dicapai melalui sinergi harmonis antara rumah, sekolah, dan lingkungan. [adv].
















