BANDA ACEH | Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A., bersama jajaran pejabat Eselon III dan IV serta tenaga ahli, menerima kunjungan kerja dari Ketua dan tim Komisi Informasi Aceh (KIA) di ruang dinas, Selasa (7/10/2025).
Kunjungan ini bagian dari monitoring dan evaluasi (monev) terhadap keterbukaan informasi publik di institusi tersebut.
Dalam pertemuan, Marthunis menyampaikan sambutan positif terhadap kehadiran tim KIA. Ia menegaskan komitmen Disdik Aceh untuk mengimplementasikan keterbukaan informasi secara penuh agar tercipta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Kami berkomitmen menjalankan keterbukaan publik demi terciptanya lembaga yang dipercaya masyarakat,” ujar Marthunis.
Ia menjelaskan bahwa aspek-aspek keterbukaan meliputi sistem penerimaan murid baru (SPMB), survei kepuasan masyarakat, layanan informasi dan saluran pengaduan bagi guru dan tenaga kependidikan, serta publikasi kalender pendidikan dan hasil rapor.
Marthunis juga menyinggung perubahan kebijakan, termasuk penghentian pelaksanaan wisuda di sekolah sebagai bagian dari penataan sistem pendidikan yang lebih transparan.
Tujuan utama dari keterbukaan ini, menurutnya, adalah menyediakan media publikasi informasi yang akurat dan memberi ruang masukan dari masyarakat.
“Kunjungan KIA ini diharapkan semakin mempererat kerja sama dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Aceh, Junaidi, menyoroti pentingnya publikasi data publik, khususnya di sektor pendidikan. Ia memuji inovasi digital Disdik Aceh, menyebut bahwa dari kunjungan ke banyak badan publik, baru Disdik Aceh yang memiliki lebih dari dua inovasi digital.
“Langkah Disdik ini patut diapresiasi. Kami mendorong agar inovasi terus dikembangkan, misalnya dalam publikasi penggunaan dana BOS,” ucap Junaidi.
Junaidi juga memuji peningkatan hasil monev tahun sebelumnya dalam kualitas dan kuantitas informasi publik di Disdik Aceh. Menurutnya, kemajuan itu mencerminkan komitmen pimpinan dan sinergi antara pihak dinas dan tim PPID.
“Ini bukti kerja sama yang kuat dan keseriusan dalam meningkatkan pelayanan informasi kepada publik,” tutup Junaidi.
Kunjungan monev ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat kualitas pelayanan informasi publik dan mendorong inovasi berkelanjutan pada lembaga pendidikan di Aceh. (ADV)
















