News

Pidie Jaya Terima Rp2,47 Miliar dari Bank Aceh, Bupati Dorong Dividen dan Zakat Perkuat Ekonomi Rakyat

IMG-20260803-WA0031
Ukuran Font
A A 100%

PIDIE JAYA — Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menerima dividen PT Bank Aceh Syariah Tahun Buku 2025 sebesar Rp2.073.199.278 serta dana zakat perusahaan senilai Rp400 juta. Total dana sebesar Rp2,47 miliar itu diharapkan menjadi tambahan kekuatan fiskal daerah sekaligus memperluas program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Penyerahan dividen dan zakat tersebut diterima langsung Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E. di ruang kerjanya, Senin (3/8). Turut mendampingi Asisten Administrasi Umum Helmi, STTP, M.Si., Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK), Inspektur, Kepala Bappeda, serta Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Pidie Jaya.

Bupati Sibral mengatakan, dividen yang disalurkan Bank Aceh Syariah merupakan wujud kontribusi nyata Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, tambahan penerimaan tersebut akan memperkuat kapasitas fiskal pemerintah untuk membiayai berbagai program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Dividen ini menjadi tambahan kapasitas fiskal pemerintah daerah untuk mendukung percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan pelaksanaan berbagai program prioritas bagi masyarakat,” kata Sibral.

Selain dividen, Pemkab Pidie Jaya juga menerima zakat perusahaan sebesar Rp400 juta. Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat kurang mampu, memperkuat pemberdayaan ekonomi umat, serta meningkatkan kesejahteraan kelompok yang berhak menerima manfaat.

Sibral menegaskan, pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mustahik serta mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Aceh Syariah atas kontribusi yang terus diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Ia sekaligus mengucapkan selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 Bank Aceh yang mengusung tema “Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah.”

Menurutnya, Bank Aceh memiliki peran strategis sebagai lembaga keuangan daerah yang tidak hanya berfungsi sebagai penghimpun dan penyalur dana, tetapi juga sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi melalui dukungan pembiayaan bagi sektor-sektor produktif.

Karena itu, Sibral berharap Bank Aceh terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, nelayan, serta pelaku ekonomi lainnya sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas usaha, dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

“Bank Aceh harus terus hadir sebagai mitra pembangunan, tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui layanan yang profesional, inovatif, dan akuntabel,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya optimistis sinergi yang terus terjalin dengan Bank Aceh Syariah akan semakin memperkuat pengelolaan keuangan daerah, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan dividen dan dana sosial perusahaan yang efektif, produktif, dan berkelanjutan.