Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, melakukan pertemuan dan silaturahmi dengan para pengawas sekolah serta kepala SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Bener Meriah, Selasa (20/01/2026).
BENER MERIAH – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menggelar pertemuan dan silaturahmi dengan pengawas sekolah serta kepala SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Bener Meriah, Selasa (20/01/2026). Kegiatan berlangsung di salah satu kafe di Bener Meriah dan didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bener Meriah, Subandi, S.Si., M.Si.
Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi dan menyamakan persepsi dalam membangun pendidikan Aceh yang berorientasi pada pengembangan karakter, potensi diri siswa, serta kearifan lokal daerah.
Dalam arahannya, Murthalamuddin menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada teori semata, tetapi harus membentuk kesadaran siswa tentang tujuan hidup, potensi diri, dan kontribusi nyata bagi lingkungan.
“Jika anak hanya belajar teori, yang dia dapat hanyalah ilmu. Tetapi jika memahami makna dari apa yang dipelajari, itu akan menjadi bekal hidup. Orang tua dan guru adalah yang pertama menanamkan nilai itu, agar anak-anak kita kelak menjadi manusia sukses dan bermanfaat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan berbasis potensi daerah, khususnya di wilayah kaya sumber daya lokal seperti Bener Meriah. Sekolah, terutama SMK, diharapkan mampu mengolah potensi lingkungan agar bernilai ekonomi dan berdaya guna.
“Aceh memiliki anggaran besar, tetapi pertumbuhan ekonomi masih terbatas. Perputaran uang belum optimal. Di sinilah peran pendidikan, bagaimana sekolah mampu melahirkan generasi yang mengenal potensi dirinya dan potensi daerahnya,” jelasnya.
Murthalamuddin mencontohkan bahwa kreativitas dan keterampilan berbasis lokal bisa menjadi solusi kemandirian ekonomi siswa di masa depan, tanpa meninggalkan nilai agama.
“Tidak ada satu ayat pun yang mengatakan bahwa kekayaan mendekatkan kita ke neraka. Justru dengan harta yang baik, kita bisa lebih banyak berbuat kebaikan. Yang penting adalah bagaimana cara memperolehnya dan untuk apa digunakan,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan kepala sekolah dan guru untuk menjalankan tugas dengan hati dan ketulusan, karena kebahagiaan dalam mengajar akan melahirkan pendidikan bermakna.
“Guru wajib mengajar dengan hati. Jika mengajar dengan hati, maka akan menemukan kebahagiaan. Guru harus menjadi manusia yang bermanfaat bagi siswa-siswinya dan melayani mereka sebagaimana kita ingin dilayani,” tegas Murthalamuddin.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menghargai peran pengawas sekolah di wilayah masing-masing sebagai bagian dari sistem peningkatan mutu pendidikan.
“Mari kita bangun pendidikan Aceh dengan saling menghargai, saling menguatkan, dan memiliki tujuan yang sama untuk masa depan anak-anak kita,” tutupnya. [adv]
















