Advertorial

Polres Bener Meriah Sosialisasikan Bahaya Narkoba di SMKN 1

11
Ukuran Font
A A 100%

REDELONG | Kepolisian Resort (Polres) Bener Meriah melalui Kepala Satuan Narkoba, IPTU Heri Hayanto, menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada siswa-siswi SMK Negeri 1 Bener Meriah dalam upacara bendera, Senin (6/10/2025).

Kegiatan ini digelar sebagai upaya preventif guna mencegah maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Dalam kesempatan itu, IPTU Heri Hayanto menyampaikan kepada seluruh warga sekolah mengenai penyebab, dampak negatif, serta risiko sosial dan hukum dari penggunaan narkoba.

“Jangan sekali-kali mendekati, apalagi menggunakan narkoba. Selain merusak diri, narkoba juga dapat mencemarkan nama baik keluarga dan sekolah bahkan merusak bangsa dan negara,” tegas Heri.

Heri mengimbau agar siswa memilih pergaulan yang positif dan mengisi waktu luang dengan aktivitas yang membangun, seperti sanggar seni, olahraga, dan kegiatan kepemudaan. Ia juga meminta para guru untuk memperhatikan kondisi sosial dan emosional siswa, termasuk mereka yang berasal dari keluarga numerik seperti anak yatim, piatu, atau yang menjadi korban broken home.

Menurutnya, kondisi-kondisi tersebut bisa menjadi salah satu pemicu siswa mencari pelarian melalui perangkat elektronik atau pergaulan negatif yang berpotensi membawa pada aktivitas yang lebih berbahaya.

“Mungkin awalnya hanya nongkrong saja, lalu mulai merokok. Lama-lama tertarik pada ganja atau narkotika jenis lain, lalu akhirnya bisa kecanduan,” pungkasnya.

Di akhir sambutan, Heri mengingatkan agar seusai sekolah, siswa langsung pulang dan menghindari kegiatan di luar yang bisa membawa dampak negatif. Dia juga mendorong siswa untuk selalu memilih kegiatan yang bermanfaat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Bener Meriah, Kahpi, S.T., menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Polres Bener Meriah yang telah melakukan pembinaan dan sosialisasi di sekolah.

“Sekolah adalah lembaga yang bermitra dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di lingkungan pendidikan,” ujar Kahpi kepada media, Selasa (7/10/2025).

Ia menambahkan bahwa Dinas Pendidikan Aceh telah bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Aceh dalam berbagai program keamanan dan ketertiban sekolah. Salah satunya adalah program “Saweu Sikula” serta pemilihan Duta Pelajar Kamtibmas yang digelar tiap tahun di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

Kahpi berharap bahwa pesan yang disampaikan Kasat Narkoba dapat dipahami dan dijalankan oleh seluruh siswa, baik dalam kehidupan di sekolah, rumah, maupun di masyarakat. (ADV).