Pendidikan

Rektor USK Lantik Tiga Wakil Dekan Baru FKG, Siapkan Kepemimpinan Menuju Fakultas Berdaya Saing ASEAN

IMG-20260806-WA0129
Ukuran Font
A A 100%

Banda Aceh — Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Syiah Kuala (USK) mulai menyusun fondasi kepemimpinan baru untuk lima tahun ke depan. Setelah Dr. drg. Zulfan M. Alibasyah, Sp. Perio resmi mengemban amanah sebagai Dekan FKG USK periode 2026–2031, Rektor USK melantik tiga Wakil Dekan yang akan menjadi motor penggerak transformasi akademik, penguatan tata kelola, serta pengembangan kemahasiswaan dan jejaring kemitraan.

Pelantikan yang berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Banda Aceh itu menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi fakultas dalam menghadapi tuntutan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif. Di tengah dinamika dunia akademik yang terus berubah, FKG USK menargetkan peningkatan kualitas pendidikan, tata kelola yang profesional, serta perluasan kolaborasi nasional dan internasional sebagai pijakan mewujudkan visi Dentopreneur Unggul, Inovatif, Berdampak ASEAN.”

Adapun tiga pejabat yang dilantik yakni Dr. drg. Dewi Saputri, Sp. Perio sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik, Ir. Subhaini, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan, serta drh. Abdillah Imron Nasution, M.Si., Ph.D. sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan.

Dalam sambutannya, Rektor USK menegaskan bahwa kepemimpinan baru tidak hanya dituntut menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menghadirkan perubahan yang terukur melalui pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU). Menurutnya, keberhasilan fakultas akan sangat ditentukan oleh kualitas layanan akademik, efektivitas pengelolaan sumber daya, tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel, serta kemampuan membangun budaya kerja yang kolaboratif.

Rektor juga mengingatkan pentingnya menjadikan mahasiswa sebagai pusat pelayanan akademik. Karena itu, peningkatan mutu pembelajaran, penguatan riset, pelayanan kepada dosen dan tenaga kependidikan, serta efisiensi pengelolaan anggaran harus berjalan beriringan agar target kinerja universitas dapat tercapai secara optimal.

Dekan FKG USK, Dr. drg. Zulfan M. Alibasyah, Sp. Perio, menyebut pelantikan tersebut sebagai langkah strategis untuk membangun sinergi antarpimpinan dalam mengakselerasi berbagai program prioritas fakultas.

“Dengan struktur kepemimpinan yang solid ini, kami optimistis FKG USK dapat melangkah lebih cepat dalam mewujudkan visi Dentopreneur Unggul, Inovatif, Berdampak ASEAN,” ujar Zulfan.

Menurutnya, setiap wakil dekan memiliki peran penting yang saling melengkapi. Bidang akademik diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan inovasi pembelajaran, bidang sumber daya manusia dan keuangan difokuskan pada penguatan tata kelola yang profesional dan berkelanjutan, sedangkan bidang kemahasiswaan, alumni, dan kemitraan diharapkan mampu memperluas kolaborasi serta meningkatkan prestasi mahasiswa dan jejaring alumni hingga tingkat internasional.

Visi “Dentopreneur Unggul, Inovatif, Berdampak ASEAN” sendiri menjadi arah baru pengembangan FKG USK. Visi tersebut menekankan lahirnya dokter gigi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan klinis, tetapi juga memiliki kemampuan berinovasi, jiwa kewirausahaan, serta mampu menciptakan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pelantikan tiga Wakil Dekan ini sekaligus menandai dimulainya agenda 100 hari kerja kepemimpinan baru FKG USK. Sejumlah program prioritas telah disiapkan, mulai dari percepatan pencapaian IKU, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sistem tata kelola fakultas, optimalisasi pelayanan akademik, hingga perluasan kerja sama strategis dengan perguruan tinggi, rumah sakit, industri, dan lembaga mitra di dalam maupun luar negeri.

Dengan komposisi kepemimpinan yang telah lengkap, FKG USK berharap mampu mempercepat transformasi kelembagaan menuju fakultas kedokteran gigi yang unggul, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki daya saing kuat di tingkat ASEAN. Sinergi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra diharapkan menjadi modal utama untuk mewujudkan cita-cita tersebut.