Banda Aceh — Suasana sastra dan musik menghangatkan acara Halaman Jeda di Banda Aceh. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria turut tampil membacakan puisi karyanya sendiri dalam acara yang mempertemukan sejumlah penyair dan seniman.
Dengan suasana panggung yang sederhana dan intim, Nezar Patria membacakan puisinya di hadapan para hadirin.
Pembacaan tersebut menjadi salah satu bagian menarik dalam perhelatan Halaman Jeda yang menghadirkan puisi sebagai ruang untuk merenung dan menyelami pengalaman manusia.
Selain Nezar Patria, acara tersebut juga diisi dengan pembacaan puisi oleh L K Ara dan oleh Muhammad Rain (Muhrain). Ketiga penyair menghadirkan warna yang berbeda tetapi bertemu dalam satu ruang yaitu puisi sebagai cara membaca kehidupan.
Suasana kemudian menjadi semakin syahdu dengan penampilan musik dari Rafli Kande yang sebagai tuan rumah membawakan lagu-lagu dengan karakter vokal dan musikalitas khas Aceh.
Lagu-lagu tersebut menghadirkan suasana teduh dan seakan memberikan jeda setelah kata-kata puisi mengalir.
Halaman Jeda akhirnya bukan sekadar acara sastra. Ia menjadi ruang pertemuan antara puisi, musik, dan perenungan tempat para penyair, seniman, dan masyarakat berhenti sejenak dari kesibukan untuk mendengarkan kata, suara, dan keheningan.
Di Banda Aceh malam itu puisi tidak hanya dibaca. Puisi menjadi sebuah jeda dan dari jeda itu manusia kembali mendengar dirinya sendiri.

