BANDA ACEH – Anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi Partai Demokrat, Aiyub Bukhari, memanfaatkan agenda Reses I Masa Persidangan II Tahun 2026 untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat Kecamatan Kuta Alam. Pertemuan tersebut digelar di salah satu hotel kawasan Gampong Lambaro Skep, Sabtu (14/2/2026), dan dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan ibu rumah tangga.
Dalam dialog terbuka itu, warga menyampaikan sejumlah persoalan mendasar yang dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah kota. Infrastruktur lingkungan dan pelayanan dasar menjadi isu dominan yang mengemuka, mulai dari minimnya penerangan jalan umum hingga kondisi ruas jalan yang rusak.
Aiyub menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang pertanggungjawaban moral dan politik kepada konstituen. Menurutnya, setiap aspirasi yang disampaikan akan dihimpun dan diperjuangkan dalam pembahasan bersama eksekutif.
“Reses adalah kesempatan bagi kami untuk mendengar secara langsung denyut persoalan di lapangan. Semua masukan akan kami bawa ke forum pembahasan anggaran dan program kerja pemerintah kota,” ujarnya.
Keluhan terkait lampu penerangan jalan menjadi perhatian utama. Warga menilai sejumlah titik di kawasan permukiman masih minim pencahayaan, sehingga memengaruhi rasa aman, terutama pada malam hari. Aiyub menyatakan akan segera berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk melakukan pendataan dan perbaikan.
Selain penerangan, kondisi jalan lingkungan yang berlubang dan belum diaspal juga dikeluhkan karena menghambat mobilitas serta berpotensi membahayakan pengguna jalan. Ia memastikan usulan tersebut akan dimasukkan dalam pokok-pokok pikiran (pokir) dewan untuk diperjuangkan dalam pembahasan anggaran mendatang.
“Perbaikan jalan lingkungan menyangkut keselamatan dan aktivitas ekonomi warga. Kita akan dorong realisasinya secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah,” jelasnya.
Menjelang bulan suci Ramadhan, isu kelancaran distribusi air bersih turut menjadi sorotan. Warga berharap tidak terjadi gangguan suplai, mengingat kebutuhan air meningkat untuk keperluan ibadah dan rumah tangga. Menanggapi hal tersebut, Aiyub menyatakan akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan pelayanan tetap optimal.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap aspirasi masyarakat Kuta Alam agar dapat diterjemahkan dalam kebijakan yang konkret dan berdampak langsung.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Tugas kami memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan riil warga,” pungkasnya. [adv]
















