BANDA ACEH — REX Peunayong kembali ramai. Setelah sempat vakum, pusat kuliner yang telah lama menjadi bagian dari ingatan warga Banda Aceh itu kini hadir dengan wajah baru sebagai warung kopi modern.
Kembalinya aktivitas di REX Peunayong mendapat apresiasi Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah. Ia melihat beroperasinya kembali tempat tersebut bukan hanya menghidupkan kawasan Peunayong, tetapi juga menunjukkan bahwa aset milik pemerintah kota dapat kembali produktif jika dikelola dengan baik.
REX Kopi Peunayong diresmikan pada Selasa, 22 September 2026, oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama Bupati Aceh Besar Muharram, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, dan Wakil Ketua DPRK Daniel Abdul Wahab.
Irwansyah berharap pengaktifan kembali REX menjadi contoh bagi pengelolaan aset pemerintah kota lainnya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Ke depan, aset-aset milik Pemko Banda Aceh yang masih terlantar agar dapat difungsikan. Banyak aset yang memiliki peluang untuk dikelola pihak swasta,” kata Irwansyah.
Ia menyebut sejumlah aset yang dinilai memiliki peluang dikembangkan melalui kerja sama dengan dunia usaha. Di antaranya eks Pasar Kartini, Riverwalk Krueng Aceh, rooftop Pasar Aceh, jalan beratap di depan SMPN 9, serta beberapa aset lainnya.
Menurut Irwansyah, pemerintah perlu semakin membuka ruang kolaborasi dengan pelaku usaha, terutama pengusaha lokal. Skema tersebut dinilai dapat membuat aset pemerintah tidak berhenti sebagai bangunan atau lahan yang tidak produktif.
“Kita butuh pengusaha-pengusaha, apalagi pengusaha lokal, yang membuka lapangan kerja, membantu UMKM,” ujarnya.
Ia mengatakan pemanfaatan aset melalui kerja sama dengan pihak swasta dapat memberikan dampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi. Selain menghidupkan kawasan, keberadaan usaha baru juga berpotensi membuka lapangan kerja dan menciptakan ruang pemasaran bagi pelaku UMKM.
REX dan wajah lama Peunayong
REX memiliki tempat tersendiri dalam ingatan masyarakat Banda Aceh. Selama puluhan tahun, kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu tempat warga mencari makanan dan jajanan, terutama pada malam hari.
Namun aktivitas REX sempat meredup. Pergantian pengelola dan perubahan zaman membuat kawasan yang sebelumnya ramai itu mengalami masa vakum.
Kini REX mencoba kembali dengan konsep berbeda. Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai pemilik aset memberikan ruang pengelolaan kepada pengusaha lokal. Tempat tersebut kemudian ditata menjadi warung kopi dengan konsep lebih modern dan kapasitas yang lebih besar.
Nama REX tetap dipertahankan.
Di tengah wajah baru itu, nama lama menjadi semacam jembatan antara masa lalu dan kehidupan kota hari ini. Bagi warga yang pernah menghabiskan waktu di REX, tempat itu bukan sekadar deretan lapak kuliner. Ia menyimpan potongan kenangan tentang Banda Aceh yang terus berubah.
Irwansyah juga melihat keberadaan REX dari sisi pariwisata. Kawasan Peunayong telah berkembang menjadi salah satu kawasan dengan banyak pilihan penginapan, mulai dari hotel hingga akomodasi lainnya.
Dengan kembali aktifnya REX, wisatawan yang menginap di kawasan tersebut memiliki pilihan tempat untuk menikmati kuliner dan suasana kota.
“Kehadiran REX Kopi dapat mendukung aktivitas pariwisata di kawasan Peunayong,” kata Irwansyah.
Ia berharap pengelolaan REX dapat menjadi awal dari pemanfaatan aset-aset Pemko lainnya. Dengan demikian, aset pemerintah tidak sekadar tercatat dalam administrasi, tetapi benar-benar memberikan nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.
Kini, REX kembali menyala. Di kawasan Peunayong yang dikenal sebagai salah satu bagian dari kota tua Banda Aceh, geliat baru itu sekaligus membuka kembali pembicaraan tentang bagaimana aset kota dapat dihidupkan, dikelola, dan dikembalikan manfaatnya kepada publik. [Adv]
