Nasional

Safrizal ZA: Kunjungan Mendagri Bawa Doa Presiden untuk Wali Nanggroe

IMG-20260828-WA0001
Ukuran Font
A A 100%

JAKARTA — Kunjungan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian ke Penang, Malaysia, untuk menjenguk Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar, dinilai menjadi simbol kepedulian pemerintah pusat terhadap Aceh.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal ZA, mengatakan kunjungan tersebut sekaligus membawa salam dan doa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk Wali Nanggroe yang tengah menjalani pemulihan kesehatan.

Menurut Safrizal, perhatian Presiden terhadap kondisi kesehatan Wali Nanggroe menunjukkan bahwa hubungan emosional antara pemerintah pusat dan Aceh tetap terjaga.

“Doa Presiden yang disampaikan Mendagri bukan sekadar simbol, melainkan tanda kasih negara bagi Aceh. Kehadiran ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat selalu hadir dalam suka dan duka masyarakat,” ujar Safrizal, Kamis (27/8/2026).

Safrizal yang juga menjabat Kepala Poskowil Satgas PRR Aceh mengatakan, kunjungan Mendagri tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan Wali Nanggroe, tetapi juga menjadi bagian dari upaya merawat kebersamaan dan memperkuat tali persaudaraan antara pemerintah pusat dan masyarakat Aceh.

Ia menilai hubungan pemerintah pusat dengan tokoh-tokoh Aceh memiliki dimensi historis dan moral yang penting, terlebih dalam menjaga keberlanjutan perdamaian Aceh pasca-penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki pada 15 Agustus 2005.

“Negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga lewat doa dan kepedulian. Inilah makna silaturahmi yang harus kita rawat bersama. Kehadiran Mendagri membawa doa Presiden adalah pesan bahwa Aceh tetap menjadi bagian penting dalam hati bangsa,” tegasnya.

Doa untuk Kesembuhan Wali Nanggroe

Wali Nanggroe Tgk. Malik Mahmud diketahui telah menjalani perawatan dan pemulihan kesehatan di Penang selama hampir tiga bulan. Dalam kunjungan tersebut, Mendagri juga memperoleh perkembangan langsung mengenai kondisi kesehatan Wali Nanggroe.

Safrizal berharap perhatian Presiden dan kunjungan Mendagri dapat memberikan semangat bagi Tgk. Malik Mahmud dalam menjalani proses pemulihan.

“Doa adalah energi moral yang menguatkan. Semoga Wali Nanggroe segera pulih, dan silaturahmi ini menjadi pengikat kebersamaan kita,” ujarnya.

Bagi Aceh, sosok Wali Nanggroe memiliki posisi khusus dalam kehidupan adat dan masyarakat. Karena itu, kabar mengenai kondisi kesehatannya mendapat perhatian luas.

Kunjungan Mendagri ke Penang sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan Aceh dengan pemerintah pusat tidak semata-mata berlangsung dalam ruang pemerintahan dan kebijakan. Di baliknya terdapat komunikasi, penghormatan, serta kepedulian yang menjadi bagian penting dalam merawat persatuan dan perdamaian.

Safrizal berharap Tgk. Malik Mahmud segera menyelesaikan proses pemulihan dan dapat kembali ke Aceh untuk berkumpul bersama masyarakat.

“Semoga Wali Nanggroe segera pulih dan kembali ke Tanah Rencong,” demikian Safrizal.